Blog Kajian Muslimah






Thursday, March 01, 2007
Hak dan Kewajiban Wanita dalam Islam
Pemateri : Ibu Inditsr
Tanggal : 26 Februari 2007

nora: Innalhamda lillah nahmaduhu wanastainuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahimin syururi anfusina waminsyayyi aati `amalina mayyahdillah fala mudillalah waman yudlil falaahadiyalah

nora: segala puji bagi Allah yg telah memberikan kita nikmat iman dan islam sehingga kita masih diberi kesempatan untuk bisa menggali ilmu di hari ini Sholawat dan salam bagi qudwah kita, Rasulullah saw beserta keluarga, para sahabat, dan pengikutnya sampai akhir zaman. Mari kita buka kajian hari ini dengan membaca basmallah bersama-sama. Bismillahirrohmaanirrohiim.

Lita Keren: Bismillahirahmanirrahim
ihtirom: jazakillah mba diana
indit _: ibu mod sudah bisa dimulai?
nora: iya silahkan mbaknora: afwan bos dibelakangkunora: ukhti fillah kita simak dulu materi dari ibu Indit ya.. tafadhol mbak
indit _: haik jazakumulloh khoion katsiro.....terima kasih kepada tim kamus kajian muslimah yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan pada saya unutk bersama-sama berdiskusi dengan hadirin di forum ini.
indit _: Assalamu'alaikum warakhmatullaahi wa barokatuhindit _: Bismillaahirrohmaanirrohiim....
indit _: Innal hamdalillaahi nasta'inuhu wa nastaghfiruhu wa na udzu billahiAsyhadu 'al ila ha ilallahu wa'asy hadu anna Muhammadarosululloh.
indit _: sebelumnya..
indit _: Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh swt yang telah melimpahkan banyak kenikmatan pada hadirin semua. Diantaranya nikmat iman dan nikmat Islam.indit _: Betapa banyak saudara-saudara kita yg mungkin pada saat ini sedang mengalami kesulitan, kesusahan, kesempitan atau ujian-ujian yg lain.

indit _: Kita bisa duduk dan bersama-sama mengikuti kajian Islam saat ini juga merupakan kenikmatan besar dari Alloh. Karena masih banyak saudara2 kita yang barangkali ingin seperti kita yang disini, namun tidak memungkinkan.
indit _: Alhamdulillah....indit _: Sholawat dan salam kita panjatkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
indit _: InsyaAlloh hari ini akan membahas tentang Hak dan Kewajiban wanita dalam Islam. indit _: Mungkin kajiian hari ini sudah sering kita dengar....mudah2an akan menjadi pengingta kita bersama.
indit _: Alhamdulillah, kita yang hadir dalam forum ini adalah mereka-mereka yg InsyaAlloh termasuk orang-orang yang mendapat kenikmatan berIslam.
Dalam Islam Alloh tidak memberi hak dan kewajiban yang istimewa utk kaum pria saja, namun menyamakan hak dan kewajiban, baik pada kaum perempuan maupun kaum laki-laki.tentu saja kesamaan hak dan kwajiban ini sesuai kodrat yang ditentukan Alloh.Alloh memberikan balasan kebaikan pada kaum pria ataupun perempuan, bagi yg berbuat kebaikan, tidak ada pengkecualian.Seperti dalam surat An Nahl(16):97indit _: Barangsiapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami balas ia dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan. Demikian juga dalam Ali Imran(3):195
Maka Rabb mereka mengabulkan mereka(dengan berfirman):Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dianatra kalian, baik laki-laki maupun perempuan, krn sebagian kalian adalah dari sebagian yang lain. Demikian juga Alloh memberi ancaman bagi siapa saja, perempuan maupuan laki-laki,bagi yang melanggar aturanNYA dengan siksaan yang pedih.Seperti dalam suart Al Jin(72):23=Dan barangsiapa yang bermaksiat kepada Alloh dan RasulNYA, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, bagi mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Dari 3 surat tadi, jelas bhw Alloh memberi balasan yang sama kepada kaum perempuan maupun kaum pria....ketika berbuat kebaikan akan mendapat balasan kebaikan pula, demikian sebaliknya.Dalam kajian hari ini saya tidak membahas apa dan bagaimana perbedaan atau persamaan hak dan kewajiban kaum perempuan atau laki-laki, mudah2an di lain waktu akan ada pembahasan yg lebih detil.Hari ini lebih menyorot pada hak dan kwajiban wanita dalam Islam.Hak dan kewajiban wanita dalam Islam sendiri bisa dilihat dari sisi wanita sebgai anak, sebagai Istri dan Ibu.
Hari ini akan lebih membahas pada sisi wanita sebagai anak.Sebagai anak, wanita Islam memiliki hak dan kewajiban yang berjenis-jenis lagi: terhadap orang tua, terhadap kaum kerabat, dan terhadap masyarakatjadinya bertingkat-tingkat...mudah2an bisa difahami.
Hak dan kewajiban wanita thd orang tua sendiri akan terbagi dlm:yang pertama tentang hak...
a. Hak Cinta dan Kasih sayangHak ini harus ada, karena jika anak-anak (laki-laki maupun perempuan) tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, maka pembentukan kejiwaan dan akhlaqnya tidak akan sempurna.
betapa banyak anak-anak yang tidak cukup mendapat kasih sayang dari orang tuanya, ketika tumbuh dewasa, ia menjadi orang-orang dewasa yang tidak matang kepribadiannya.
salah satu contoh yang bisa saya sebutkan, di Jepang, ketika di masa kecil seorang anak mendapat perlkuan yang kasar dan kejam, maka dia pun akan memiliki perlakuan yang kejam thd orang sekitarDalam Hadist yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dengan sanad Abu Hurairah ra, tuturnya:
Aqra bin Habis melihat Rasululloh saw mencium Hasan ra (cucu Rasul), kemudian Aqra berkata:Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh orang anak, dan tidk satupun dari mereka yang kucium".
kemudian Rasululloh bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi".
indit _: hari ini membahas ttg Hak kewajiban wanita dalam Islam, dilihat perannya sebagai anakDari hadist tadi..kita melihat bhw Rasululloh demikian memiliki kelembutan hati, sehingga tidak segan-segan mencium cucunya.Erlin Oktaviani Rahayu: lanjut mbaindit _: Iya mbak rina..sama-sama mengasaha diri
Menjadi sunatulloh bagi anak2 yang tdk terpenuhi kasih sayangnya, atau malah dididik dgn kekerasan, akan tumbuh menjadi orang2 dewasa yang keras pula.Naudzubillahi min dzalik....mudah2an kita bukan termasuk didlmnya..
indit _: kemudian...b. Hak tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuanSikap mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan adalah suatu kezaliman dlm membagi cinta kepada anak2nya, dan dalam waktu yang sama, hal itu menentang lahirnya anak perempuan dan itu adalah perbuatan jahiliyah.Imam Tirmidzi dengan sanad dari Ibnu Abbas ra, menuturkan bhw Rasullloh bersabda:"Barangsiapa memiliki anak wanita kemudian ia tidak menyakitinya, menghinakannya dan tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan, maka Alloh akan memasukkanya ke dalam syurga".Dari Ibnu Majah dengan sanad ibnu Abbas: "Muliakanlah anak-anak kalian"lieberina: tp t'kadang perasaan dibedakan itu ada
indit _: wah nanti saya ingin tanya lbh detil ke m rina....kondisinya spt apa? indit _: krn bisa jadi hal2 spt itu masih ada dlm masyarakat Indonesia
indit _: tapi dilanjut dulu ya...ke hak dan kewajibanberikutnya...indit _: c. Hak mendapatkan pendidikan dan pembinaaneuisadri: maaf ya temans, lebih baik kita menyimak aja dl. biar lebih enak
indit _: Pendidikan pertama dan terpenting adalah mengenal rukun-rukun Islam, dasar-dasarnya, akhlaq-akhlaq dan adab-adabnya. Kemudian memberikan pengenalan kepada mereka ttg shirah Rasullloha dan para sahabat, dan pelajaran tentang ibdah, baik secara teori maupun praktek.
maaf ada kesalahan ketik...Rasullloha=RasulullahSemuanya ini hendaknya tidak "hanya" menghandalkan pada sekolah, pelaksanaan di rumah juga sangat penting.Pendidikan dan pembinaan yang dilakukan dirumah juga mesti berkesinambungan, kalau perlu diberi fasilitas yang baik dan kondusif bagi anak (misalnya: perpustakaan, VCD dll).Dan terus mendapat perhatian dan bimbingan dari kedua orang tuanya.Perhatian yang terus menerus dari orang tua sangat penting, karena anak akan berkembanga dan mendapat pengaruh dari berbagai lingkungan.Tiap tahap perkembangan anak, memiliki lingkungan yang tidak sama.Maka orang tua tdak boleh merasa bosan dan jenuh memberikan perhatian pada anak-anak mereka.Selanjutnya bisa ditambah dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat utk dunia, agar anak-anak memiliki persiapan utk masa depannya, baik utk dunia dan akherat nantinya.
Yang perlu diingat bagi kaum perempuan ada syarat dalam menuntut ilmu:
1. Tidak ikhtilat dengan kaum laki-laki,kalaupun kondisi lingkungan tidak bisa dihindarkan maka perlu menjaga diri agar tidak jatuh dalam kubang dosa dan kesalahan. 2. Tidak menuntut ilmu yang bertentangan dengan fitrah dan tabiat yang telah Alloh tetapkan untuknya.
d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia
indit _: mbak adinda_poetri...selamat bergabung di forum ini, kajian hari ini ttg hak dan kewajiban wanita dlm Islam, dilihat peran sebagai anak
indit _: mudah2an msh bisa mengikuti sisa waktu yg ada...msh panjang
indit _: Iya saya lanjut kembali....dgn d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang muliaAkhlaq yang mulia merupakan bekal yang penting bagi seorang anak utk tumbuh menjadi dewasa, dan contoh2 akhlaq mulia bisa dilihat langsung dari teladan kedua oeang tuanya.Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin MusaRasululloh bersabda)
Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin Musa: (Rasululloh bersabda)Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"kemudianindit _: Imam Baihaqi dari Ibnu Abbas: (Rasululloh bersabda)"Sebagian dari hak seroang anak terhadap ayahnya adalah mendidiknya dengan baik dan memberikan nama yang baik pula".Kalau ada anak yang durhaka pada orang tuanya, mesti dipilah-pilah dengan baik penyebabnya, bisa jadi tidak 100 % kesalahan dari sang anak.Bisa jadi anak kurang mendapat teladan yang baik dari orang tuanya.indit _: iya dilanjutkan lagi pada
e. Hak memberi nafkah dgn tidak bakhil dan berlebih-lebihanKalau orang-tua (ayah) tidak memberikan nafkah kepada anak-anaknya,, maka anak2nya akan terlantar dan sang ayah akan mendapat dosa. Namun seorang ayah tidak dituntut utk memberikan nafkah sesuai kemampuannya.Hanya ia tetap juga tidka boleh cuci tangan dari kewajiabn memberi nafkah.Yang perlu ditekankan adalah..orang tua memberikan nafkah sesuai kemampuannya..jadi sbg anak tidak menuntut lebih dari yang kedua orang tua miliki.
Hadist.."Satu dinar yang kamu nafkahkan kepada di jalan Alloh, membebaskan budak, utk fakir miskisn dan utk keluargamu...yang paling besar ganjarannya dari semua itu adalah dinar yang kamu nafkahkan utk keluargamu".

Yang dipaparkan diatas hak wanita sbg anak...selanjutnya adalah kewajibannya.. 2. Kewajiban Wanita(Anak) terhadap Orang tua Al Isra(17) 23-24:Dan Rabb mu telah memerinthakan kepadamu spy kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah bebruat baik kepada kedua orang tua dgn sebaik2nya.
Jika salah seorang diantar keduanya atau kedua2nya sampai berumur lanjut dlm pemeliharaanmu, maka jgnlah seklai-kali mengatakan perktaan 'ah' dan jangan membentak mrk dan ucapkanlah dgn perktaan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu thd keduanya dgn penuh kasih sayang. Dan ucapkalah..Robbir khamhumaa kamaa robbayani shoghiroo..
Wahai Rabb ku kasihinilah mereka brdua, sbgmn mrk mengkasihi(mendidik) aku waktu kecil. Subahanalloh..dlm surat ini, penuh dgn ajaran2 yg mulia utk menghormati orang tua..Erlin Oktaviani Rahayu: duh..jd sedih indit _: kita tdk boleh mengatakan kata 'ah' pada mereka....indit _: brgkali dianatar kita ada yg sudah memiliki anak, sudah pernah merasakan apa dan bgmn liku-liku dlm mengandung, melhairkan, merawat dan mendidik anak....indit _: kalau dikembalikan pada do'a tadi....bagi mereka yg sdh menjadi seornag ibu, akan tahu bgmn perjuangan ibu ataupun bapak kita dikala kita semua msh bayi....indit _: masih balita, masih belum dewasa, masih belum tahu banyak hal....begitu banyak yang diberikan orang tua pada kitaindit _: Imam Bukhari dgn sanad Abdullah bin Mas'ud ra:Saya bertanya pada Rasululoh: "Amala apa yang paling dicintai Alloh SWT ?"
indit _: "Shalat pada waktunya", kemudian apalagi?

indit _: Bebrbakti pada orang tua", kemudian apalagi?indit _: Jihad fii sabilillah"indit _: Sebaliknya ada hadist riwayat Imam Tirmidzi, dengan sanad Abdurrahman bin Abi Bakrah:Rasululloh berucap:indit _: "Maukah kalian aku ceritakan tentang dosa yang paling besar?indit _: "Menyekutukan Alloh dan durhaka pada orang tua", Selanjutnyaindit _: "Bersaksi palsu atau berkata palsu"

indit _: Kemudian....Islam memandang bahawa perbuatan baik seroang anak kepada orang tua saja tidak cukup, namun Islam juga menuntut mereka agar berbuta baik pada teman2 mereka semasa masih hidup.indit _: HR Imam Bukhari dgn sanad Ibnu Umar ra."Sesungguhnya salah satu perbuatan baik yang paling utama adalah silaturahmi yang digalang seseorang kepada org2 yang terdekat bapaknay setelah wafat".

indit _: Dari ayat-ayat dan beberapa hadist, bisa disimpulkan bentuk berbakti pada orang tua itu:indit _: a. Ketaatan anak pada orang tua atas semua perintah dan permintaannya selama masih dalam koridor ketaatan kepada Alloh SWT.indit _: b. Berbuat baik kepada keduanya dalam setiap keadaan, meski kedaunya masih dalam keadaan kafir;suatu tendensi kemanusiaan yang wajar dan dijunjung tinggi oleh Islam.indit _: c. menghormati keduanya di setipa waktu dan kesempatan; ketika keduanya hidup-penghormatnnya diwujudkan dengan cara berbakti kepada keduanya, dan setelah kedunay wafat bisa diwujudkan dengan bersedekah (atas namanya).indit _: d. Tidak membentak keduanyaindit _: e. Mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya setelah keduanya meninggal dunia.sal_fia has joined the conference.

indit _: f. Berbuat baik kepada teman-teman mereka setelah mereka wafatindit _: g. menunaikan janji-jani(wasiat) mereka setelah mereka wafat.indit _: h. Menyambungkan tali silahturahmi yang tidak mungkin disambung kecuali oleh keduanya.sal_fia: Assalamu'alaikum wr wb indit _: i. Tidak melakukan tindakan durhaka terhadap keduanya meski ringan, demikian pula terhadap kerabata dan teman-teman keduanya.

indit _: InsyaAlloh demikian isi kajian yg bisa saya sampaikan...wallohu alam bisshowab, mengingat waktu, saya kembalikan ke ibu mod.indit _: atau bisa langsung pada tanya jawab?
DISKUSI

Erlin Oktaviani Rahayu: mba aku mo tanya dunkz...indit _: iya silahkan..gimana mbak Nora..langsung saja ya?diana: diana: mba nora kayaknya ada perlu, bu..diana: silakan langsung aja, boleh Erlin Oktaviani Rahayu: selama ini...aku dah banyak bgt ngerepotin ortukuindit _: Ok..silahkan mbak erlin..indit _: listen..
nayla_47: nti sy boleh tanya ya mbanayla_47: Erlin Oktaviani Rahayu: tp...aku blm bisa membalas budi baik mereka??Erlin Oktaviani Rahayu: apa klo cm mendo'akan termasuk bls budi jg??indit _: iya mbak nayla..setelah mbak erlin ya..Erlin Oktaviani Rahayu: afwan klo ga nyambungdiana: iya, mba nayla giliran berikutnya.. nayla_47: ok...diana: indit _: cukup mbak erlin pertanyaannya?Erlin Oktaviani Rahayu: cukup mbaindit _: ok saya coba menjwab ..dalam membalas budi kepada orang tua, pertama tidak mesti berbentuk 'materi'( harta, kedudukan ata sejesinya).indit _: dengan akhlaq yang baik, berbuat baik pada orang tua, juga menjadi salah satu bentuk bals budi kita pada orang tua.Lita Keren: indit _: kedua...kita embalsa budi pada orang tua, semampu kita..kalau kita mampu dgn sekolah kemudian bisa lulus dgn cepta atau nilai baik, insyaAlloh orang tuapun akan senangindit _: kalau kita memiliki kelebihan harta (dll), semampunya kita membnatu mereka...nv1_smileey: mba boleh nanya...mungkin agak ga nyambung ya...saya pernah baca kl setiap perbuatan anak yg soleh akan mendatangkan pahala bagi orangtua yang sudah meninggal... indit _: kuncinya bgmn membuat mereka tentram dan senang dgn apa yg kita 'miliki'.nv1_smileey: benarkah begitu?
Erlin Oktaviani Rahayu: SUBHANALLAH...jwbnnya bgs bgt indit _: harat sebanayk apapun ataupu kebaikan sebesar papaun tdk bisa membalas jasa baik kedua orang tua kita...spt yg tadi saya sempat paparkan.
Erlin Oktaviani Rahayu: alhamdulillah ortuku menyarankan untk menekuni bhs inggris (b'tolak blg ma background)lieberina: gimn dg ortu yg tdk seharusx m'dpt kebaikn itu
Yessy Akmaloni: jawabannya kok ga keliatan yaindit _: mbak nv1_smileey...iya insyaAlloh begitu...kalau dlm hadist lbh diperjelas lagi misalnya dgn menymabung tali silahturahmi kerabat orang tua kita(yg sdh wafat)Yessy Akmaloni: tanya dong? indit _: terkait dgn pertanyaan mbak erlin...tentu saja kalau ada perbedaan pendapat, kita bisa komunikasi dgn baik dgn orang tuanayla_47: menyangkut kel. dari pihak ibu. kebetulan...anak2-nya se-liqo dgn saya. suatu saat qt silaturahmi ke rumah MR (murobbi). entah knapa salah satu dr mrk bilang ke MR kalau sy bukan saudara. kalaupun saudara, itu jauh. Adiknya jg dulu seperti itu. Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak seindit _: listen..nayla_47: mba...itu p'tanyaan saya. mohon dicatat ya mba....kartika dewi: mba nayla kepotong pertanyaannyakartika dewi: Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak se
indit _: iya yg bagina terkahir terputus...nayla_47: okYessy Akmaloni: jawaban utk pertanyaan mbak erlin ga keliatan nih nayla_47: agak sedikit keberatan berurusan dgn mereka....

indit _: ok mbak nayla....akan sy jawab, tapi ..utk mbak erlin gimana, sdh cukup jawabannya?
indit _: mbak yessy setelah mbak nayla ya..
indit _: sebenarnya ingin tahu lbh detil permsalahan dr mbak nayla, tapi dr yg saya tangkap dulu...kalaupun bukan saudara keluarga dekat, tapi sebagai sesam muslim bukannya kita bersaudara ukhuwah dalam islam malah memiliki makna yang kuat dan insyaAlloh ikatan yang dalam juga, mindit _: yang perlu digali, permasalahan apa yg terjadi dlm keluarga mbak nayla...tentunya bisa diceritkan pada orang2 yg kita sdh kenal cukup dekat, agar bisa memhami dgn 'pas' kondisi masing2..kondisi mbak nayla, juga saudra jauh tadi.
indit _: dalam ukhuwah islamiyah....seadanianya saudara kita sedang sakit, ibarat kita pun spt merasakan sakitnya itu..nayla_47: masalahnya mba...sy sendiri jg ga tau knapa

nayla_47: kalau di bilang sakit hati...ya jelas. bagaimanapun sy manusia biasa.nayla_47: samapi ada keinginan untuk pindah ke murabbi lainindit _: saudara mbak nayla, juga akan lebih baik tdk mengungkit2 bhw mbak nayla adalah saduara dekat atau jauh.....kalau mmg tdiak ada keperluan yg urgent, apalagi mbak naylanya tdk suka dgn hal tsb.

nayla_47: tapi kemudian sy pikir....tdk akan menyelesaikan masalah. mba apakah salah kalau lantas sy menjaga jarak? indit _: kalau da permsalahan ..sikap hilmi(bijaksana) coba kita kedepankan, hendaknay tdk sampai terbwa emosi Saran saya, mbak nayla meminta penjelasan pada fihak2 yg terlibat, misalnya yg mbak nayla sebut sbg murobbi...agar permsalahn tdk larut, dan mbak nayla merasa tdk leg
nayla_47: sy ko ga enak ya mba. nayla_47: sampai saat ini sy hanya lbh bersikap diam dan seperlunya aja.indit _: Alloh sangat menyukai 3 amalan, salah satunya menyambung tali silahturahmi... janagn membuat jarak, tapi selesaika permsalahn yg ada agar semua fihak merasa lega.

irwanti2001: assamualaikum...ikutan ya...nayla_47: ya mba. tapi Alhamdulillah...keluarga dirumah (bapak/ibu) dan sdra yg lain tetap membuka pntu dan hati lebar2 saat mrk t'kena banjir kmrn
nayla_47: Alhamdulillah...sy dan keluarga tdk berniat u/ memutus silaturahmi mba.indit _: subhanalloh....orang tua sdh memberi teladan yg baik, mudah2an kebaikan ini bisa membuka hati saudara mbak nayla (yg brgkali) ada kesalah fahaman, thd keluarga mbak nayla.nayla_47: Alhamdulillah... ga ada dendam mba.indit _: ok ya..bisa dilanjut ke mbak yessy..tingal 5 menitnayla_47: MOhon doa-nya ya..dr semuanayla_47: syukron mba...jazakillah.....indit _: waiyakum......mudah2an hubungan baik diantara keluarga besar tetap terjaga.nayla_47: Amiin....indit _: wah sudah waktunya utk pamitan..sebelumnya...'Keberana itu semata-matanya datangnya dari Alloh, jika ada kesalaahn itu krn kekhilafan dr diri saya".
diana: jazakillah khoiron katsiro bu indit.. nayla_47: terimakasih banyak bu.....indit _: mohon maaf ibu-ibu..mbka-mbak..para hadirin semua atas kekurangn yg ada, jazakumulloh khoiron katsiro tetap setia sampai acara ini selesai..juga utk penyelenggra KAMUSindit _: waiyyakum....
indit _: pamit dulu ya..inysaAlloh akan berjumpa lagi bulan depan..wassalamu'alaikum wr wb..diana: w slm wr wb
diana: alhamdulillah...nayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahiwabarakatuhdiana: kita tutup ya kajian hari ini.. diana: Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.

icha_ricky05: wa`alaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh..diana: Subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu allaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaik

diana: Maha suci Engkau yaa Allah aku memujiMU aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu

diana: amin nayla_47: amin.... diana: jazakumullah khairan katsiro atas kebersamaan ukhtifillah rahimakumullah diana: diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan
diana: sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah diana: wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh Lita Keren: wa'alaikumslm wrwbBaiatusy Syajaroh: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhnayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhBaiatusy Syajaroh: jazakillah khairan atas tausyiahnya ukhti inditsr

Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、9:42 AM   0 comments
Hal yang disukai istri dari suaminya
Pemateri : Adi Junjunan Mustafa
Tanggal : 22 Februari 2007

Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:

1. Penuh Pengertian

Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.

2. Setia
Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."

3. Sabar dan Pemaaf
Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)

4. Teguh Hati dan Bersemangat
Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.

5. Romantis
Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).


6. Rapi dan Wangi
Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.

7. Ceria dan Ramah
Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.

8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi
Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.

Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.

Adi Junjunan Mustafa: bagi yang datang terlambat, silakan mengakses link ini untuk materi barusan

Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/164
Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/155
Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/169

Adi Junjunan Mustafa: jurnal ke 164 adalah kajian utamanya
Adi Junjunan Mustafa: sekian

Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、9:13 AM   1 comments
Thursday, January 25, 2007
Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik


Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik

Pemateri: Ust. Adi JM (id: adijm2001)

*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 25 Jan 2007

Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.

Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum

Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.

Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana "kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu" menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria
Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.

Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.


3. Penyabar dan teguh hati
Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.

Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,"Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ...." Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.

Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf
Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.

Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.

Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.

Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.


5. Empatif dan ringan tangan
Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.

Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.

Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif
Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.

Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.

Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.


7. Cerdas dan kreatif
Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.

Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah
Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.

***

Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata ...

To really love a woman,
To understand her,
You've got to know her deep inside ...
Hear every thought,
See every dream,
And give her wings when she wants to fly.
Then when you find yourself lying helpless in her arms ...
You know you really love a woman

Have You Ever Really Loved a Woman by Bryan Adams

http://adijm.multiply.com/journal/item/147


Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:30 PM   0 comments
Monday, January 22, 2007
Rumah Tangga Islami



Beberapa Ciri Rumah Tangga Islami

Pemateri: Ustz. Vivi (id: hifizahn)

*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Senin, 22 Jan 2007

Rumah Tangga Islami merupakan dambaan bagi setiap insan yang menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, banyak orang yang ingin mendapatkan hasil tanpa mau membayar harganya. Membangun rumah tangga islami memerlukan kerja keras dari seluruh anggota keluarga, yang dikomandani oleh suami dan isteri sebagai pemimpin di dalam rumah tangga.

Yang dimaksud dalam rumah tangga Islami adalah :

Rumah tangga yang di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah.

Konsep ideal ini sepintas sulit untuk diwujudkan, tetapi insya Allah seiring dengan berjalannya proses belajar bagi suami, isteri dan seluruh anggota keluarga, rumah tangga seperti ini akan bisa terwujud.

Berikut ini beberapa ciri rumah tangga Islami:

1. RT didirikan dengan berlandaskan ibadah.

Ini dimulai dari sebelum pernikahan berlangsung, bahkan sejak kedua belah pihak memilih pasangan. Proses yang berlangsung mulai dari memilih pasangan, meminang sampai dengan pernikahan sebaiknya tidak dikotori oleh maksiat kepada Allah. Hal ini sangan berpengaruh dalam membangun rumah tangga yang diliputi dalam suasana ibadah. Dengan berpijak pada ibadah, insya Allah permasalahan apapun akan mudah diselesaikan, karena keduanya tunduk pada aturan Allah.

2. Nilai-nilai islam dapat terinternalisasi secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga.

Peran ayah dan ibu sangat penting untuk menurunkan nilai-ilai islam ini kepaa anak-anak. Oleh karena itu, selain ayah dan ibu harus terus menerus belajar menyerap nilai-nilai islam ini ke dalam sikap dan tingkah lakunya, menjadi kewajiban mereka juga untuk mengajarkan hal ini kepada seluruh anggota keluarga yang lainnya. Termasuk khodimat/asisten rumah tangga. Ayah yang menjadi direktur yang menerapkan kebijakan-kabijakan islami dalam rumah tangga, ibu sebagai manajer yang mencari cara agar kebijakan tersebut bisa diterapkan di rumahtangganya.

3. Hadirnya Qudwah/teladan yang nyata

Hal ini perlu dilakukan oleh pemimpin dalam rumah tangga. Terutama penting bagi anak-anak. Mereka perlu contoh yang nyata dalam menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kewajiban orang tua yang akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.

Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban untuk membiasakan diri saling tolong menolong dalam hal ini. Misalnya memberi nasihat dengan cara yang baik kepada anggota keluarga yang melakukan kesalahan. Mengingatkan untuk sholat atau berdoa sebelum memulai suatu pekerjaan. Juga adab mengucapkan terima kasih / jazaakallah khoiran atas pertolongan setiap anggota baik kepada yang masih kecil maupun yag sudah besar.

5. Rumah terkondisi bagi terlaksananya peraturan Islam.

Dalam hal disain rumah, perlu diperhatikan aturan-aturan khusus yang dapat menjamin terlaksananya adab-adab pergaulan dalam Islam. Misalnya kamar ayah-ibu yang terpisah dengan anak-anak, kamar anak laki-laki yang terpisah dengan kamar anak perempuan.Hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam perilaku sang anak. Juga untuk mengajarkan adab-adab pergaulan dengan setiap anggota keluarga.

6. Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar

Ini menjadi tanggung jawab sang ayah untuk mencukupi kebutuhan materi untuk membangun keluarga Islami. Bukan hanya sandang, pangan dan papan, tetapi juga sarana pendidikan islami, seperti perpustakaan keluarga, juga bisa tercukupi. Kalau mau yang ideal, termasuk di dalamnya terpenuhinya kebutuhan pendidikan sekolah yang bagus dan bermutu bagi anak-anak.

7. Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat islam

Misalnya benda-benda klenik yang dapat merusak aqidah setiap anggota keluarga. Tontonan atau bacaan hiburan yang dapat merusak aqidah dan akhlak anak-anak. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua yang ingin mewujudkan rumah tangga islami.

8. Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi seluruh anggota keluarga. Bila ayah atau ibu tidak berperan aktif membina masyarakat, dan membiarkan masyarakat melakukan perbutan yang tidak sesuai dengan Islam, kemungkinan besar angota keluarga terlarut dalam kondisi masyarakat tersebut.

9. Rumah Tangga dijaga dari pengaruh yang buruk

Bila hidup ditengah masyarakat yang sangat rusak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aqidah dan perilaku anak, sementara upaya perbaikan sudah tidak dapat dilakukan, maka “pindah” menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh keluarga ini.

10. Masing-masing anggota keluarga harus diposisikan sesuai syariat.

Isteri menghormati suami sebagai pemimpin dan mengambil keputusan. Suami menyayangi dan menghargai siteri dengan cara mengajaknya bermusyawarah atas segala keputusan. Sang adik diajarkan untuk menghormati kakak, sang kakak diajarkan untuk menyayangi adik. Semuanya harus sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam.Bila ada khodimat, anak-anak diajarkan untuk mengormati khodimat dan menghargai jasanya dalam membantu mengurus rumah tangga.


**sesi tanya-jawab**

#1

ustz_vivi: sudah mbak Yokka?

ukhti_yokka: sudah mbak...jzkl khoir...

ustz_vivi: waiyyakum

ustz_vivi: Oh iya, mohon maaf bagi yang belum menikah ya..

ustz_vivi: wah..itu pembahasannya panjang

ustz_vivi: perlu sesi sendiri nih

ustz_vivi: Tapi sedikit enggak apa-apa

ustz_vivi: untuk muslimah yang sedang dalam persiapan menikah ada 4 persiapan

ustz_vivi: 1. persiapan ruhiyyah, menyadari bahwa menikah itu adalah ibadah

ustz_vivi: maka perlu mulai meningkatkan kesadaran yang tadi itu..kesadaran akan ketundukan kepada semua peraturan Allah

ustz_vivi: terutama yang menyangkut adab-adab berkeluarga

ustz_vivi: 2. Persiapan fikriyyah

ustz_vivi: menyiapkan ilmu tentang pernikahan, sebagai bekal kita sangat penting

ustz_vivi: mislanya, ilmu tentang pergaulan suami siteri

ustz_vivi: ilmu tentang mendidik anak

ustz_vivi: hak dan kewajian dalam keluarga

ustz_vivi: sampai masalah yang sangat pribadi, seperti hubungan seksual

ustz_vivi: banyak orang yang memiliki masalah dalam keluarga ketika bekal fikriyyah ini tidak cukup memadai

ustz_vivi: terutama dalam hal "kehangatan" suami isteri

ustz_vivi: lalu persiapan psikologis

ustz_vivi: siap berbagi kepada orang "asing", terutama yang biasa hidup mandiri..ini sulit

ustz_vivi: siap menghadapi perbedaan-perbedaan antara suami-isteri

ustz_vivi: lamanya berpacaran tidak bisa dijadikan indikator kita sudah mengenal calon pasangan

ustz_vivi: yang penting adalah kedewasaan masing-masing pribadi untuk menerima perbedaan ini

ustz_vivi: ingat, yang penting "kedewasaan"

ustz_vivi: terakhir kesiapan fisik

ustz_vivi: terutama untuk melahirkan dan merawat anak-anak..

ustz_vivi: pengalaman dari orang-orang yang sudah melahirkan anak,a pa lagi yang sudah lebih dari satu

ustz_vivi: kondisi badannya tidak lagi bisa sekuat dahulu seperti sebelum menikah

ustz_vivi: oleh karena itu, sebelum menikah perlu disiapkan kondisi fisiknya agar tidak terlalu lemah setelah melahirkan nanti

ustz_vivi: itu dulu..wallahu a'lam

#2

ustz_vivi: pertanyaannya mbak shanty

ustz_vivi: afwan, pertanyaannya yang tentang menstruasi itu?

ustz_vivi: insya Allah tidak akan mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan mbak shanty

ustz_vivi: rukun nikah itu (tolong koreksi kalau ada yang salah) : ada mempelai laki-laki dan perempuan, 2 orang saksi, wali dari pihak perempuan dan ijab qobul

ustz_vivi:

ustz_vivi: biasanya yang menikah pas haid, setelah nikah masuk masa subur ya

ustz_vivi: semoga lancar aja pernikahannya

#3

ukhti_fita: begini mba .. ptuk point 7 td..

ukhti_fita: Rt terhindar dari hal2 yg tdk sesuai dgn syar'i....

ukhti_fita: bagaimana jika kita sbg seorang ibu ymengiinkan anaknya berprilaku islami sdg kita bekerja...

ukhti_fita: lingkungan slama kita meninggalkannya (bekerja) akan mempengaruhi prilaku, tingkah lakunya...

ukhti_fita: terkadang dari external inilah yg akan membuatnya bingung... kok beda dgn yg diajarkan ummi n abinya ??

ukhti_fita: bagaimana utk menghadapi hal ini... Inilah yg membuat saya terkadang .."cemas"

ustz_vivi: ini masalah yang terjadi pada pasangan mudah sekarang ya..

ustz_vivi: kebutuhan hidup yang semakin meningkat, mau tidak mau harus ditopang oleh suami isteri sekaligus

ustz_vivi: idealnya, meskipun bekerja, sang ibu harus tetap mengikuti kegiatan keseharian anak-anaknya

ustz_vivi: terutama bagi anak yang dibawah usia 5 tahun, karena anak seusia ini menyerap apa pun tanpa ada saringan

ustz_vivi: kalau bisa sambil bekerja, penjaga anak-anak/baby sitternya di ajak atau diminta berada didekat ibu, sehingga meskipun bekerja, bisa sambil mengontrol anak

ustz_vivi: tetapi kalau hal ini tidak mungkin, minimal untuk anak-anak yang sudha berusia 4-5 tahun, mulai diajak berdiskusi

ustz_vivi: tentang apa yang dialakukan seharian

ustz_vivi: di ajak untuk meneliti baik-buruk yang dikerjakannya atau dikerjakan oleh pengasuh

ustz_vivi: untuk anak dibawah itu, minimal menjaga aqidahnya dengan memilihkan pengasuh yang baik yang kita benar-benar tahu kebaikan agamanya

ustz_vivi: kalau tidak salah ada yang menawarkan jasa baby sitter yang memahami nilai-nilai Islam ya? di Jakarta?

ustz_vivi: saya juga tidak tahu banyak kondisi di sana

ustz_vivi: mungkin yang minimal sekali, mencari pengasuh yang tidak buruk akhlaknya, meskipun biasa-biasa saja dalam pemahaman keislamannya

ustz_vivi: tapi sang ibu perlu menyisihkan waktu untuk mengajarkan anak, minimal tentang Allah, mengahfal surat-surat pendek

ustz_vivi: agar anak tidak asing dengan agamanya

#4

ukhti_nora: gmn kalau kita dpt suami yg msh sama2 belajar dan krn kesibukannya dlm kerja jd jauh dari praktek yg sblumnya telah ia laksanakan dg baik

ukhti_nora: amalannya mnyusut gitu?

ustz_vivi: ini fungsi dari point ke 4 tadi mbak

ustz_vivi: 4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.

ustz_vivi: bila sang suami sedang turun semangat beribadahnya, maka isteri berfungsi untuk mengingatkan

ustz_vivi: mendorong dan menjadi teladan

ustz_vivi: sehingga bisa mengimbangi suami

ustz_vivi: lebih baik lagi bila bisa menjadi motivator suami dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya

ustz_vivi: dengan tingkah laku, dengan ajakan yang lembut..biasanya para suami luluh dengan kelembutan seorang isteri ya..

ustz_vivi: kalau mengajak dengan cara yang lembut, insya Allah manut

ustz_vivi: iya..kalau mau kritik suami, jangan dengan kata-kata tegas

ustz_vivi: tapi dengan lembut..kalau perlu diberikan dulu apa maunya..

ustz_vivi: baru minta timbal balik

ustz_vivi: tapi ini cuma salah satu cara..oh iya, untuk peningkatan ruhiyyah..sebenarnya perlu dicari dulu apa penyebab menurunnya ruhiyyah ini

ustz_vivi: kalau terlalu lelah belajar, mungkin perlu rekreasi..(jiwa juga perlu rileks loh..)

ustz_vivi: jarang hadir di majlis ilmu juga salah satu sebab menurunnya ruhiyyah

**

ustz_vivi: di sini sudah maghrib mbak

modi_diana: mba vivi ada pesan2 terakhir?

ustz_vivi: cuma mohon maaf atas segala kesalahan, kebenaran itu datangnya dari Allah dan janganlah kita menjadi orang yang ragu-ragu

ustz_vivi: kesalahan itu datang dari diri saya pribadi, dan saya mohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan

ustz_vivi: wassalamu'alaikum wr.wb

modi_diana: w slm wr wb

Jazakillahu khoiron katsiro ustdz Vivi atas sharing ilmunya hari ini..

Demikian ukhtifillah kajian muslimah hari ini

Jazakumullahu khoiron katsiro kepada semuanya atas kebersamaan kita hari ini

Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.

diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan

sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah



Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:00 PM   0 comments
Thursday, January 18, 2007
Syirik Besar

Syirik Besar

Pemateri: Ustz. Septina (id: septina_h)


*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 18 Jan 2007

modi_ica: insya Allah tausyiah hr ini akan disampaikan oleh Mbak Septi

modi_ica: yuk kita siapkan hati dan pikiran kita untuk menerima tausyiah dr beliau

modi_ica: tafaddol mba Septi

ustz. Septi: InsyaALlah kali ini saya akan sharing mengenai SYIRIK BESAR

ustz. Septi: bisa langsung mulai aja ya

ustz. Septi: Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah dalam hal-hal yang merupakan hak murni Allah

ustz. Septi: Seperti menjadikan tuhan atau beberapa tuhan selam Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicmtai atau lairinya. Semua mi tidak ada yang berhak mendapatkannya selain Allah.

ustz. Septi: Itulah syirik akbar (besar) yang mengakibatkan tertolaknya amal shalih bahkan amal apa saja

ustz. Septi: karena syarat pertama diterimanya amal dan dinyatakan shalth adalah harus ikhlas karena Allah semata

ustz. Septi: sebagaimana firman Allah:

ustz. Septi: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya

ustz. Septi: maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110)

ustz. Septi: Syirik adalah dosa yang tidak terampun

ustz. Septi: Allah SWT berfirman

ustz. Septi: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS. An-Nisa’ : 48 dan 116)

ustz. Septi: Surga diharamkan bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik),

ustz. Septi: ), sedangkan neraka adalah tempat kembali dan tempat menetapnya.

ustz. Septi: . Allah berfirman :

ustz. Septi: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,

ustz. Septi: maka pasti Allah haramkan kepadanya surga, dan tempatnya di neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim seorang pun penolong”. (al-Maidah: 72)

ustz. Septi: MACAM-MACAM SYIRIK

ustz. Septi: Syirik ada dua macam; yaitu:

ustz. Septi: 1. Syirik Akbar (besar).

ustz. Septi: Syirik Akbar yaitu syirik yang tidak diampuni Allah dan tidak menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga selamanya.

ustz. Septi: 2. Syirik Ashghar (kecil).

ustz. Septi: Syirik Ashghar termasuk dosa besar, pelaku dan yang terus menerus melakukannya dikhawatirkan mati dalam kondisi kafir, jika tidak segera mendapatkan rahmat Allah untuk bertaubat sebelum meninggal.

ustz. Septi: Syirik Akbar ada dua macam:

ustz. Septi: 1. Jelas dan Terang (zhahi run jaliyyun).

nova_duri_riau:

ustz. Septi: Termasuk syi rik akbar dan zhahir adalah menyembah satu atau beberapa tuhan disamping menyembah Allah, baik tuhan itu berupa:

ustz. Septi: 1. Benda angkasa; seperti: matahari dan bulan, atau

ustz. Septi: 2. Benda mati; seperti: patung dan batu, atau

ustz. Septi: 3. Binatang; seperti: sapi dan anak sapi, atau

ustz. Septi: 4. Manusia; seperti: orang-orang yang menyembah Fir’ aun dan semacamnya,

ustz. Septi: yaitu: penguasa-penguasa yang mengaku atau diaku sebagai tuhan dan mendapatkan orang-orang yang membenarkannya.

ustz. Septi: Demikian juga orang-orang yang menyembah Budha atau Isa bin Maryam ‘alaihis-salam, atau juga tuhan itu berupa

ustz. Septi: 5. Makhluk gaib; seperti: jin, setan dan malaikat. Tuhan-tuhan mi memiliki para penyembah dan berbagai bangsa.

ustz. Septi: 2. Tersembunyi dan Tersamar (bathinun khafiyyun).

ustz. Septi: 1. Berdo’a dan Memohon Pertolongan kepada Orang Mati. Syirik akbar ada juga yang tersamar, tidak jelas bagi kebanyakan manusia.

ustz. Septi: Termasuk dalam syirik ini adalah: berdo’a kepada orang mati, dan orang-orang yang telah terkubur dan kalangan orang-orang yang memiliki cungkup dan orang-orang yang memiliki maqam,

ustz. Septi: , juga meminta pertolongan dan pemenuhan hajat kepada mereka, seperti: penyembuhan orang sakit, kelapangan dan kesulitan, bantuan kepada yang sangat membutuhkan, kemenangan atas musuh, dan hal-hal lain yang tidak memiliki kemampuan atasnya selam Allah.

ustz. Septi: Termasuk juga keyakinan bahwa mereka mampu memberikan manfaat atau menimpakan madharat (bahaya). Syirik seperti ini adalah pangkal dan dasar syirik alam, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah.

ustz. Septi: Penyebab tidak jelasnya syirik ini adalah manusia tidak menganggap do’a, meminta pertolongan, dan meminta bantuan kepada orang- orang yang telah dikubur sebagai ibadah

ustz. Septi: . Mereka mengira bahwa ibadah hanya terbatas pada ruku’, sujud, shalat, puasa dan semacamnya. Padahal, ruh ibadah -sebagaimana telah kami sebutkan- adalah do’a,

ustz. Septi: sebagaimana tersebut dalam hadits:

ustz. Septi: “Do’a adalah ibadah”. (HR. At-Tirmdzi, Ia berkata: ini hadits hasan shahih)

ustz. Septi: Hadits ini memang shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, at-Thayalisi, Ahmad, Bukhari di dalam Adab al-Mufrad, Abu Daud, at- Tirmidzi, an-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubra, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Ibnu Hibban, at-Thabrard dalam al-Mu’jam as-Shaghir, Al Hakim dan lainnya. (lihat: an-Nahjus-Sadid fi ta

ustz. Septi: Mereka berkata: “Kami tidak meyakini bahwa mayit tempat kami memohon dan meminta bantuan sebagai sembahan atau tuhan,

ustz. Septi: , justru kami meyakini bahwa mereka adalah makhluk seperti kita, akan tetapi mereka adalah perantara antara kami dengan Allah dan pemberi syafa’at di sisi-Nya.

ustz. Septi: Alasan ini muncul karena ketidaktahuan mereka tentang Allah.

ustz. Septi: Mereka mengira Allah seperti raja tiran dan penguasa kejam, tidak mungkin dicapai kecuali lewat perantara dan pemberi syafa’at.

ustz. Septi: . Ini persis seperti asumsi yang menjerumuskan orang-orang yang menyekutukan Allah pada zarnan dahulu, saat mengatakan:

ustz. Septi: “Kami tidak men yembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS. Az-Zumar : 3)

ustz. Septi: “Mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. (Yunus : 18).

ustz. Septi: 2. Menjadikan selain Allah sebagai Pemilik Hak Membuat Syari’at (Hak Legislatif)

ustz. Septi: Termasuk syirik akbar yang tersamar bagi sebagian besar manusia adalah menjadikan selam Allah sebagai pemilik hak membuat syari’at (hak legislatzj) atau menjadikan selain Allah sebagai pembuat hukum.

ustz. Septi: Dengan bahasa lain, pemberian wewenang membuat perundang-undangan secara absolut oleh sebagian manusia kepada individu atau kelompok, baik untuk kepentingan mereka atau orang lain.

ustz. Septi: Dengan hak itu mereka:

ustz. Septi: a. Menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan yang mereka kehendaki.

ustz. Septi: Yang memilild hak pens yari’atan (legislatif~ terhadap makhluk-Nya hanyalah Allah, sebab Dia-Jah Yang Menciptakan, Memberi rizki, dan Memenuhi mereka dengan berbagai kenikmatan, baik lahir ataupun batin,

ustz. Septi: , Sebagai konsekwensinya, Dia-lah yang memiliki hal untuk membebani, memerintah, malarang, menghalal- kan dan menghararnkan atas mereka,

ustz. Septi: karena Dia adalah Rabb (Pencipta), Malik (Raja), dan Illah (Tuhan sembahan) manusia. Tidak seorangpun selain Dia yang memiliki Rububiyyah (sifat Mahamenciptakan), Mulkiyyah (sifat Maharnenguasai)

ustz. Septi: dan Llluhiyyah (sifat ketuhanan untuk disembah)~ sebagaimana yang Dia miliki. Jika demikian halnya, lalu dan mana hak pembuatan syari’at dan hukum itu mereka miliki?

ustz. Septi: Dunia adalah kerajaan Allah, dan seluruh manusia di alam semesta mi adalah hamba dan rakyat-Nya, Dia- lah Pemimpin dan Pemerintah (Penguasa) kerajaan ini. Karena itu, adalah menjadi milik-Nya hak membuat hukum, undang-undang, mengharamkan dan meng- halalkan, dan adalah keharusan bagi rakyat untuk mendengar dan mentaati-Nya.

ustz. Septi: Jika ada sebagian rakyat mengklaim (mengaku) bahwa ada seseorang dalam kerajaan Allah ini yang memiliki hak memerintah, melarang, menghalalkan, mengharamkan, membuat hukum dan perundang- undangan tanpa izin

ustz. Septi: dan Pemimpin atau Penguasa kerajaan berarti ia telah menjadikan seseorang itu sebagai sekutu Allah dalam kerajaan, melawan-Nya dalam kekuasaan kepemimpinan-Nya dan kekhususan- Nya dalam pemerintahan.

ustz. Septi: Karena itu al-Qur’an memvonis Ahli Kitab dengan syirik dan menamakan mereka sebagai musyrikin, sebab mereka memberikan hak pembuatan syari’at kepada pendeta dan rahib, lalu mereka mentaati apa yang mereka halalkan atau haramkan. Al-Qur’an men- sejajarkan hal ini dengan penyembahan mereka terhadap al-Masth bin Maryam. Allah berfirm

ustz. Septi: “Mereka menjadikan orang-orang ‘alimnya,dan rahib- rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Maha Suci Allah dan apa yang mereka persekutukan”. (QS. At-Taubah : 31)

ustz. Septi: Rasulullah saw telah menjelaskan pengertian ayat ini kepada ‘Adiy bin Hatim ath-Tha’i, seorang Nasrani pada zaman jahiliyyah. Setelah memeluk Islam, ia memasuki rumah Rasulullah saw ketika beliau sedang membaca ayat di atas. Mendengar bacaan itu ‘Adiy berkata: “Mereka tidak menyembah para pendeta dan rahib?” Rasulullah saw ber

ustz. Septi: “Betul.. Sesungguhnya mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, lalu mereka mengikutinya, itulah penyembahan kepada mereka (HR. at-Tirrnidzi, Ahmad dan Ibnu Jarir)

ustz. Septi: Ayat dan tafsirnya dan hadits Rasulullah saw ini menunjukkan bahwa siapa saja yang taat kepada selain Allah dalam bermaksiat atau mengikutinya dalam hal yang tidak diijinkan Allah, berarti telah menjadikannya sebagai Rabb dan Ma’bud (sembahan), serta menjadikannya.sebagai sekutu Allah

ustz. Septi: alhamdulillah, materinya sudah selesai

modi_ica: alhmdulillah

modi_ica: syukran jazakillah khair mba Septi


** sesi Tanya-jawab **

#1

ukhti_ade: kalo zodiak? syirik juga kan

ustz. Septi: zodiak itu termasuk syirik

ustz. Septi: karena

ustz. Septi: yang membuatnya kan seorang peramal

ustz. Septi: sedangkan peramal peramal itu semua nya memakai media jin untuk membantu kesuksesan ramalannya

ustz. Septi: begitu ukh ade (id adetomboy)

#2

ukhti_novi: apakah riya termasuk syirik kecil mba? riya terhadap ilmu, harta bahkan iman pun terkadang disombongkan.... gimana?

ustz. Septi: ya riya juga termasuk katagori syirik

ukhti_rahma: oh ya boleh nambahin nda?

ukhti_rahma: salah satu syirik yang samar, terkadang tanpa sadar kita sendiri melakukannya

ukhti_rahma: misalkan begini...

ukhti_rahma: untung ada ane...

ukhti_rahma: misalkan temen kita punya masalah terus kita bantu

ukhti_rahma: kemudian kita bilang, untuk da ane jadi antum bisa tertolong

ukhti_rahma: itu juga termasuk syirik

ukhti_rahma: sohati-hati ya ukh...

ukhti_rahma: kemudian kita bilang, untuk da ane jadi antum bisa tertolong<

#3

ukhti_ade: mmmmm trus kenapa zodiak kok ditempel dimajalah2 yang mungkin saja dibaca dan dikonsumsi oleh semua orang termasuk muslim......bahkan anak2

ukhti_ade: nah itu gimana supaya ga menyebar..kan yang baca belum tentu tahu zodiak itu syirik

ustz. Septi: itulah yang dilakukan orang orang yang hendak menghancurkan akidah umat islam

ustz. Septi: orang orang yang ingin menghancurkan islam, kan gak mungkin langsung menghancurkan dan menginjak2 akidah umat Islam

ustz. Septi: makanya mereka mengambil jalur aman

ustz. Septi: dengan cara cara yang tidak di sadari oleh umat Islam

ustz. Septi: dan yang paling dahsyat itu adalah media TV, media massa

ustz. Septi: di media massa terutama majalah2 remaja

ustz. Septi: masyaAllah....kita sulit sekali menghalangi laju informasi yang saat ini amat sangat menghancurkan umat Islam terutama remaja muslim kita

ustz. Septi: gimana ukh ade ...cukup ya

#4

ukhti_nayla: kalo misal percaya adat tuh sama aja syirik kan? Trus gmn cara ngatasinnya

ustz. Septi: untuk ukh nayla

ustz. Septi: adat itu menurut saya tidak juga semuanya salah, cuma memang harus pilih2 sekali...mana yang kira2 memang berpotensi syirik

ustz. Septi: seperti ada upacara 3 hari, 7 hari dst pada saat ada keluarga kita yang meninggal

ustz. Septi: kan Rasul tidak mencontohkan

ustz. Septi: yang di contohkan adalah, kita menghibur orang yang kesusahan itu

ustz. Septi: nah....mengadakan pengajian itu yang tidak di contohkan rasul

ustz. Septi: karena yg di contohkan itu kita daatang untuk menghibur, membantu kalau ada kesulitan keluarga yg ditinggal

ukhti_rahma: tapi mbak septi boleh ana punya pendapat lain?

ustz. Septi: silahkan

ukhti_rahma: tahlilan, mendoakan orang mati...

ukhti_rahma: itu ada sejarahnya

ukhti_rahma: dulu waktu indonesia masih hindu

ukhti_rahma: setiap orang yang meninggal diadakan pesta 7 hari 7 malam

ukhti_rahma: tujuannya sama menghibur yang ditinggalkan, walau caranya mungkar

ukhti_rahma: supaya yang ditinggalkan tidak kesepian

ukhti_rahma: nah...oleh wali songo

ukhti_rahma: kebiasaan itu diubah, yang tadinya kebiasaan pesta jadi kebiasaan bertasbih, mengucapkan asma'ul husna, bertahlil

ukhti_rahma: tujuannya sama daripafda diisi pesta lebih baik mengagungkan asma 4WI

ukhti_rahma: tapi sepeninggal wali songo, kebiasaan itu berubah oleh masyarakat

ukhti_rahma: kebiasaan itu dianggap suatu hal yang wajib dilakukan

ustz. Septi: yup...saya akan menuju ke pernyataan ukh rahma juga sebenarnya...jazakillah sdh dilanjutkan

ukhti_rahma: si empunya rumah harus memberikan makanan bahkan sampai rokok...

ustz. Septi: jadi menurut saya...kita harus pandai2 memilih

ukhti_rahma: itu yang harus diluruskan

ukhti_rahma: tahlil itu boleh, tidak dilarang

ukhti_rahma: tapi mewajibkan mengadakan tahlil setiap ada yang meninggal...itu tidak disunahkan

modi_ica: caranya mungkin dek Rahma yg mba Septi sebut bukan tahlilnya

ustz. Septi: ya

ustz. Septi: menurut saya, kita yang harus pandai menyiasati setiap adat itu agar menjadi sebuah acara yang bermanfaat, tidak mubah atau bahkan haram

#5

ukhti_dikoe: bagi org2 yg bisa melihat masa depan..bknnya itu gift dr Allah?

ustz. Septi: zaman sekarang ini sdh tidak ada lagi org2 yg di beri kelebihan seperti itu

ustz. Septi: Seingat saya, karomah itu terakhir di tutup oleh Allah dizaman sahabat nabi setelah nabi wafat. Kalau mukjizat di tutup hanya sampai nabi saja

ustz. Septi: setelah itu yg ada hanya pengaruh jin yang menguasai manusia

ustz. Septi: atau manusia yg belajar untuk bisa meramal

ukhti_dikoe: apa ada di al-qur'an atau hadist bhw itu hanya diberikan pada para nabi dan rasul?

ukhti_dikoe: temenku sih awalnya men-deny yah

ukhti_dikoe: jd dia bs melihat kilasan2 gbr ttg hidup kita gtu in the past n future

ukhti_dikoe: awalnya dia ga mau liat

ukhti_dikoe: yah mungkin dia takut syirik jg kli ye

ustz. Septi: coba saja teman nya untuk sholat taubat

ustz. Septi: insyaAllah hilang

ustz. Septi: tapi sholat taubatnya enggak sekali aja

ustz. Septi: dan itu taubatan nashuha

ustz. Septi: soalnya pengalaman saudara dekat saya juga begitu

ustz. Septi: setelah sholat taubat

ustz. Septi: alhamdulillah hilang

ukhti_dikoe: apa ada di alqur'am atau hadist mba?

ukhti_dikoe: bahwa itu hanya diberikan pd nabi dan rasul?

ukhti_dikoe: bhw memang sudah tdk ada lg yg diberi gift spt itu oleh Allah?

ukhti_dikoe: i really need to know

ustz. Septi: seingat saya ada, cuma saya lupa...afwan

ustz. Septi: mungkin ada teman lain yg lebih tau

ustz. Septi: afwan kalau jawabannya kurang memuaskan


**

modi_ica: sudah jam 16.45 disini sebentar lg maghrib , kita tutup ya kajian kita kali ini

modi_ica: syukran khairan katsiro mba Septi

modi_ica: kita tutup kajian ini dengan hamdalah

modi_ica: istigfar dan doa akhir majlis

modi_ica: afwan minkum jika ada kesalahan dan kekurangan selama memandu acara ini

modi_ica: mudah2n kita bisa ketemu lg di kamus hr senin depan


**

Artikel seutuhnya sbb:

Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah dalam hal-hal yang merupakan hak murni Allah. Seperti menjadikan tuhan atau beberapa tuhan selam Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicmtai atau lairinya. Semua mi tidak ada yang berhak mendapatkannya selain Allah.

Itulah syirik akbar (besar) yang mengakibatkan tertolaknya amal shalih bahkan amal apa saja, karena syarat pertama diterimanya amal dan dinyatakan shalth adalah harus ikhlas karena Allah semata sebagaimana firman Allah:

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahfi: 110)

Syirik adalah dosa yang tidak terampuni. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya (QS. An-Nisa’ : 48 dan 116)

Surga diharamkan bagi orang yang menyekutukan Allah (musyrik), sedangkan neraka adalah tempat kembali dan tempat menetapnya. Allah berfirman :

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah haramkan kepadanya surga, dan tempatnya di neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim seorang pun penolong”. (al-Maidah: 72)

MACAM-MACAM SYIRIK

Syirik ada dua macam; yaitu:

1. Syirik Akbar (besar).

2. Syirik Ashghar (kecil).

Syirik Akbar yaitu syirik yang tidak diampuni Allah dan tidak menyebabkan pelakunya masuk ke dalam surga selamanya.

Syirik Ashghar termasuk dosa besar, pelaku dan yang terus menerus melakukannya dikhawatirkan mali dalam kondisi kafir, jika tidak segera mendapatkan rahmat Allah untuk bertaubat sebelum meninggal.

SYIRIK AKBAR

Syirik Akbar ada dua macam:

1. Jelas dan Terang (zhahi run jaliyyun).

2. Tersembunyi dan Tersamar (bathinun khafiyyun).

A. Syirik Akbar yang Jelas dan Terang.

- Men yembah Tuhan selain Allah.

Termasuk syi rik akbar dan zhahir adalah menyembah satu atau beberapa tuhan disamping menyembah Allah, baik tuhan itu berupa:

1. Benda angkasa; seperti: matahari dan bulan, atau

2. Benda mati; seperti: patung dan batu, atau

3. Binatang; seperti: sapi dan anak sapi, atau

4. Manusia; seperti: orang-orang yang menyembah Fir’ aun dan semacamnya, yaitu: penguasa-penguasa yang mengaku atau diaku sebagai tuhan dan mendapatkan orang-orang yang membenarkannya. Demikian juga orang-orang yang menyembah Budha atau Isa bin Maryam ‘alaihis-salam, atau juga tuhan itu berupa

5. Makhluk gaib; seperti: jin, setan dan malaikat. Tuhan-tuhan mi memiliki para penyembah dan berbagai bangsa.

B. Syirik Akbar yang Tersamar.

1. Berdo’a dan Memohon Pertolongan kepada Orang Mati. Syirik akbar ada juga yang tersamar, tidak jelas bagi kebanyakan manusia.

Termasuk dalam syirik mi adalah: berdo’a kepada orang mali, dan orang-orang yang telah terkubur dan kalangan orang-orang yang memiliki cungkup dan orang-orang yang memiliki maqam, juga meminta pertolongan dan pemenuhan hajat kepada mereka, seperti: penyembuhan orang sakit, kelapangan dan kesulitan, bantuan kepada yang sangat membutuhkan, kemenangan atas musuh, dan hal-hal lain yang tidak memiliki kemampuan atasnya selam Allah. Termasuk juga keyakinan bahwa mereka mampu memberikan manfaat atau menimpakan madharat (bahaya). Syirik seperti mi adalah pangkal dan dasar syirik alam, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim rahimahullah.

Penyebab tidak jelasnya syirik mi adalah manusia tidak menganggap do’a, meminta pertolongan, dan meminta bantuan kepada orang- orang yang telah dikubur sebagai ibadah. Mereka mengira bahwa ibadah hanya terbatas pada ruku’, sujud, shalat, puasa dan semacamnya. Padahal, ruh ibadah -sebagaimana telah kami sebutkan- adalah do’a, sebagaimana tersebut dalam hadits:

“Do’a adalah ibadah”. (HR. At-Tirmdzi, Ia berkata: ini hadits hasan shahih)

Hadits ini memang shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, at-Thayalisi, Ahmad, Bukhari di dalam Adab al-Mufrad, Abu Daud, at- Tirmidzi, an-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubra, Ibnu Majah, Ibnu Jarir, Ibnu Hibban, at-Thabrard dalam al-Mu’jam as-Shaghir, Al Hakim dan lainnya. (lihat: an-Nahjus-Sadid fi takhriji Ahaditsi Taisiril ‘Aziz, hal: 83.

Mereka berkata: “Kami tidak meyakini bahwa mayit tempat kami memohon dan meminta bantuan sebagai sembahan atau tuhan, justru kami meyakini bahwa mereka adalah makhluk seperti kita, akan tetapi mereka adalah perantara antara kami dengan Allah dan pemberi syafa’at di sisi-Nya.

Alasan mi muncul karena ketidaktahuan mereka tentang Allah. Mereka mengira Allah seperti raja tiran dan penguasa kejam, tidak mungkin dicapai kecuali lewat perantara dan pemberi syafa’at. Ini persis seperti asumsi yang menjerumuskan orang-orang yang menyekutukan Allah pada zarnan dahulu, saat mengatakan:

“Kami tidak men yembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS. Az-Zumar : 3)

“Mereka men yembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah”. (Yunus : 18).

2. Menjadikan selain Allah sebagai Pemilik Hak Membuat Syari’at (Hak Legislatif)

Termasuk syirik akbar yang tersamar bagi sebagian besar manusia adalah menjadikan selam Allah sebagai pemilik hak membuat syari’at (hak legislatzj) atau menjadikan selain Allah sebagai pembuat hukum.

Dengan bahasa lain, pemberian wewenang membuat perundang-undangan secara absolut oleh sebagian manusia kepada individu atau kelompok, baik untuk kepentingan mereka atau orang lain.

Dengan hak itu mereka:

a. Menghalalkan dan mengharamkan sesuai dengan yang mereka kehendaki.

b. Mereka menetapkan berbagai sistem dan aturan sebagai undang-undang, atau

c. Menetapkan metodologi dan pola pikir, yang:
- Tidak diizinkan Allah.
- Bertolak belakang dengan syari’at-Nya. Lalu, orang lam mengikuti dan mentaati apa yang telah mereka tetapkan sebagai undang-undang, seakan- akan syari’at Tuhan, atau hukum langit yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar.

Yang memilild hak pens yari’atan (legislatif~ terhadap makhluk-Nya hanyalah Allah, sebab Dia-Jah Yang Menciptakan, Memberi rizki, dan Memenuhi mereka dengan berbagai kenikmatan, baik lahir ataupun batin, Sebagai konsekwensinya, Dia-lah yang memiliki hal untuk membebani, memerintah, malarang, menghalal- kan dan menghararnkan atas mereka, karena Dia adalah Rabb (Pencipta), Malik (Raja), dan Il~h (Tuhan sembahan) manusia. Tidak seorangpun selain Dia yang memiliki Rububiyyah (sifat Mahamenciptakan), Mulkiyyah (sifat Maharnenguasai) dan Llluhiyyah (sifat ketuhanan untuk disembah)~ sebagaimana yang Dia miliki. Jika demikian halnya, lalu dan mana hak pembuatan syari’at dan hukum itu mereka miliki?

Dunia adalah kerajaan Allah, dan seluruh manusia di alam semesta mi adalah hamba dan rakyat-Nya, Dia- lah Pemimpin dan Pemerintah (Penguasa) kerajaan mi. Karena itu, adalah menjadi rnilik-Nya hak membuat hukum, undang-undang, mengharamkan dan meng- halalkan, dan adalah keharusan bagi rakyat untuk mendengar dan mentaati-Nya.

Jika ada sebagian rakyat mengklaim (mengaku) bahwa ada seseor?ng dalam kerajaan Allah mi yang memiliki hak memerintah, melarang, menghalalkan, mengharamkan, membuat hukum dan perundang- undangan tanpa izin dan Pemimpin atau Penguasa kerajaanberarti ia telah menjadikan seseorang itu sebagai sekutu Allah dalam kerajaan, melawan-Nya dalam kekuasaan kepemimpman-Nya dan kekhususan- Nya dalam pemerintahan.

Karena itu al-Qur’an memvonis Ahli Kitab dengan syirik dan menamakan mereka sebagai musyrikin, sebab mereka memberikan hak pembuatan syari’at kepada pendeta dan rahib, lalu mereka mentaati apa yang mereka halalkan atau haramkan. Al-Qur’an men- sejajarkan hal mi dengan penyembahan mereka terhadap al-Masth bin Maryam. Allah berfirman:

“Mereka menjadikan orang-orang ‘alimnya,dan rahib- rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Mahia Suci Allah dan apa yang mereka persekutukan”. (QS. At-Taubah : 31)

Rasulullah saw telah menjelaskan pengertian ayat ini kepada ‘Adiy bin Hatim ath-Tha’i, seorang Nasrani pada zaman jahiliyyah. Setelah memeluk Islam, ia memasuki rumah Rasulullah saw ketika beliau sedang membaca ayat di atas. Mendengar bacaan itu ‘Adiy berkata: “Mereka tidak menyembah para pendeta dan rahib?” Rasulullah saw bersabda:

“Betul.. Sesungguhnya mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, lalu mereka mengikutinya, itulah penyembahan kepada mereka (HR. at-Tirrnidzi, Ahmad dan Ibnu Jarir)

Lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz: 2 hal: 459, saat menafsirkan ayat 31 dan Surat at-Taubah [9]. Para pen-takhrij hadits ini berbeda pendapat, Syekh Nashirud-Din al-Albani menilainya hasan, sedangkan Abu Sulaiman Jasim al-Fuhaid ad-Dautsari dalam kitab an-Nahjus-Sadid menilainya dha’if dan mengatakan bahwa penisbatan hadits ini kepada Ahmad adalah wahm. Namun ayat di atas secara jelas mengatakan bahwa Ahbar dan Ruhban dalam agama Nasrani telah dinilai al-Qur’an sebagai Arbab, dan makna hadits mi dikuatkan oleh ayat~ayat al-Qur’an, seperti: al-An’am 61: 121. (Lihat an-Nahjus-Sadid, hal: 53)

Ayat dan tafsirnya dan hadits Rasulullah saw ini menunjukkan bahwa siapa saja yang taat kepada selain Allah dalam bermaksiat atau mengikutinya dalam hal yang tidak diijinkan Allah, berarti telah menjadikannya sebagai Rabb dan Ma’bud (sembahan), serta menjadikannya.sebagai sekutu Allah. Hal demikian ini bertolak belakang dengan tauhid yang tidak lain adalah agama Allah dan inti kalimat ikhlas: La Ilaha Illallah. Sebab, al-Ilah adalah al-ma’bud (tuhan yang berhak disembah), dan Allah telah menamakan ketaatan mereka kepada para pemimpin dan pendeta mereka sebagai penyembahan kepada mereka. Sedangkan para pemimpin dan pendeta itu disebut sebagai Arbab; yakni sekutu-sekutu Allah dalam penyembahan. Ini merupakan syirik akbar, sebab siapa saja yang mentaati makhluk dan mengikutinya di luar yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya, berarti ia telah menjadikannya sebagai rabb dan ma’bud, meskipun tidak dinamai demikian, sebagaimana difirmankan Allah dalam ayat lain:

“Dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. (QS. Al-An’am: 121)

Ayat lain yang maknanya sama dengan ayat di atas

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ?“ (QS. Syura : 21)

Jika yang demikian mi adalah hukum al-Qur’an dan as-Sunnah terhadap orang yang menjadikan selain Allah sebagai pembuat syari’at dan mengikutinya dalam hal-hal yang tidak diizinkan Allah, maka bagaimana pula dengan orang yang ménjadikan dirinya sebagai sekutu Allah, mengangkat dirinya sebagai pemegang hak membuat hukum (hak legislatif), perundangan (pensyari’atan), penghalalan dan pengharaman yang merupakan hak khusus ketuhanan?



Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:00 PM   1 comments
Monday, January 15, 2007
Mencintai Rasulullah SAW

Mencintai Rasulullah saw

Pemateri: Ustz. Septi (id: septina_h)

*Disampaikan di Kajian Muslimah Online, Senin, 15 Jan 2007


Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara , isteri-isteri,kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) jalan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. QS: At-Taubah: 24

Cinta adalah sebuah ungkapan yang sangat indah dalam kehidupan manusia, dengan cinta manusia bisa sengsara dan dengan cinta pula manusia bisa bahagia, bahkan surga bisa diraih dengan cinta, yaitu cinta yang hakiki kepada manusia terpilih Muhammad Saw.

Cinta kepada Rasulullah Saw dengan sebenar-benarnya cinta, merupakan pondasi aqidah seorang muslim. Kita bisaa mencontoh bentuk-bentuk cintah yang benar dan membuahkan hasil di dunia maupun di akhirat dari generasi As- Salafus Shalih. Kita bisa menelusuri jejak mereka dalam bercinta dengan kekasih melia Rasulullah Saw, bagaimana mereka menagorbankan
jiwa, harta, anak, oranga tua dan asegala apa yang dimilikinya.

Banyak orang yang mengaku cinta Rasulullah Saw tetapi mereka tidak tahu hakekatnya, bentuk serta konsekuensi dari cinta tersebut. Padahal semua itu telah dicontokan oleh generasi terbaik, seharusnya manusia yang ingin mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat harus mencontoh mereka.

Para sahabat dalam memahami cinta kepada Rasulullah Saw, membuktikan dengan segala pengorbanan, pembelaan dan konsekuensinya. Mereka tidak segan-segan mengorbankan harta yang paling mahal yang mereka miliki untuk membela Rasululah Saw. Dan cinta mereka kepada beliau melebihi cintanya kepada siapapun, sebagai realisasi dari hadits rawayat Imam Muslim dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda : " Tidaklah seorang hamba beriman sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada keluarganya, hartanya dan seluruh manusia."

Mereka rela kehilangan harta kekayaan, jiwa, anak-anak, orang tua dan seluruh manusia, bahkan lebih baik kehilangan segala macam kenikmatan dari pada kehilangan Rasulullah Saw. Bagaimana sikap kaum Anshor pada perang Hunain, seperti diriwayatkan oleh Abu Said, ia berkata: " Maka kaum Anshor menangis hingga air mata mereka membasahi jenggotnya dan
mereka mengatakan: kami rela menerima Rasulullah Saw menjadi bagian dan pemberian untuk kami." Begitu juga Abu Thalha yang telah menjadikan nyawa sebagai taruhan untuk sang kekasihnya sehingga ia menyatakan kepada Rasulullah Saw pada waktu perang Uhud: " Wahai Rasulullah Saw janganlah engkau memperlihatkan diri agar tak terkena anak panah pasukan
musuh, cukuplah leherku yang menjadi tameng musuh asalkan leher engkau selamat." Hal serupa juga dilakukan oleh Abu Dujanah sebagaiman yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Ishaq berkata:" Abu Dujanah pernah menjadikan dirinya sebagai perisai Rasulullah Saw dari panah musuh dengan merangkul Nabi sehingga panah musuh menancap dipunggungnya dan menghujam seluruh tubuhnya sementara ia tidak bergerak sama sekali."

Kesenangan dan kegembiraan para sahabat untuk selalu berteman dan bersama Nabi dalam keadaan suka maupun duka terkadang diungkapkan dengan tetesan air mata, sebagaimana yang terjadi pada diri Abu Bakar ra, tatkala diminta untuk menemani beliau dalam hijrah.Abu Bakar ra, bukannya tidak tahu atau lupa bahaya dan resiko yang akan dihadapi dalam
perjalanan hijrah, tetapi karena besarnya tekan dan keinginannya untuk menemani Nabi yang mulia maka ia justru menangis karena bahagia dan gembira bisa menjadi pendamping Rasulullah Saw dalam hijrah tersebut. Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar berkata:" Ibnu Ishaq menambahkan dalam riwayatnya bahwa Aisyah berkata:" Saya melihat Abu Bakar menangis dan saya tidak menyangka ada seorang yang menangis karena kegirangan."

Tidak hanya pengorbanan cinta sebatas itu untuk melindungi keselamatan diri Rasululah Saw, tetapi pengorbanan jiwa dan raga para sahabat juga teruji dalam membela sunnah dan menegakan ajaran beliau sehingga tidak aneh jika empat ratus sahabat berjanji untuk mati bersama pada perang Yarmuk.

Prinsip para sahabat dalam membela agama sang kekasih mereka, terungkap dari pernyataan Ubadah bin shamit tatkala diutus kepada Muqauqis:" Tidaklah ada seorangpun diantara kita yang setiap pagi dan sore melainkan selalu berdoa memohon mati syahid dan hendaklah tidak kembali
ke tanah airnya, bumi pertiwinya, keluarganya, atau anak-anaknya. Tidak seorangpun diantara mereka yang memikirkan nasib keluarganya kecuali karena mereka telah memasrahkan keluarga dan anak-anak mereka kepada Allah Swt dan mereka hanya memikirkan apa yang ada didepannya."

Kewajiban mencintai Rasulullah Saw haruslah melebihi cinta kepada pertama: Diri sendiri, ini di riwayatkan oleh Imam Al- Bukhari dari Abdulah bin Hisyam bahwa ia berkata:" Kami pernah bersama Nabi Saw sementara beliau menggandeng tangan Umar bin Khaththab r.a, lalu Umar
berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri." Maka Nabi Saw bersabda: "Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya! Hingga aku lebih engkau cintai daripada mencintai dirimu sendiri." Maka Umar
berkata kepadanya:" Sesungguhnya sekarang engkau lebih aku cintai dari pada diriku sendiri." Nabi Saw bersabda:" Sekarang wahai Umar."

Kedua: Orang tua dan anak, Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:" Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, tidaklah diantara kalian beriman sehingga aku lebih dicintai daripada orang tua dan anaknya."

Ketiga: Keluarga, harta dan seluruh manusia. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah Saw bersabda:"Tidak beriman seorang hamba sehingga aku lebih ia cintai daripada keluarga, hartanya, dan seluruh manusia." Sesungguhnya Rasulullah Saw tidak membutuhkan cinta kita, dan keberadaaan cinta kepada beliau, kita tidak menambah ketinggian dan kemuliaan beliau serta hilangnya cinta kita tidak pula mengurangi kedudukan dan kehormatan beliau, bagaimana tidak, bukankah beliau kekasih Allah Swt semesta alam.Tidak hanya itu, bahkan siapa yang mengikuti Nabi Saw, Allah Swt akan mencintai dan mengampuni dosa-dosanya
sebagaiman firmanNya:" Katakanlah 'Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'.Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Imran:31).Oleh sebab itulah mencintai Nabi Saw akan mendatangkan
manisnya iman. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi talah bersabda:"Tiga perkara, barang siapa yang tiga hal tersebut berada dalam dirinya maka ia akan mendapatkan manisnya iman; hendaknya Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada selainnya, hendaklah ia mencinatai seseorang dan tidak mencintainya kecuali hanya
karena Allah, dan hendaklah ia benci kembali kepada kekafiran seperti kebenciannya bila dilemparkan kedalam api."

Arti manisnya iman sebagaiman yang telah disebutkan oleh para ulama adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menunaikan beban agama serta mengutamakan itu daripada seluruh materi dunia. Selain akan merasakan manisnya iman, orang yang mencinatai Rasulullah Saw akan bersama beliau di akhirat. Imam Muslim dari Anas bin Malik ra, bahwa ia berkata:"Pernah seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw lalu bertanya:'Wahai Rasulullah kapan hari kiamat datang?

Beliau berasabda:' Apa yang kamu persiapkan untuknya?' Ia menjawab:'Cinta kepada Allah dan
cinta kepada RasulNya.' Beliau bersabda:'Kamu akan bersama orang yang kamu cintai." Allahu Akbar ! betapa agungnya balasan orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw dan mengagungkan beliau.

Tanda-tanda mencintai Rasulullah Saw telah dibicarakan oeh para ulama, suatu contoh Ibnu Hajar berkata:"Termasuk tanda cinta kepada Nabi Saw di atas adlah bahwa seandainya disuruh memilih antara kehilangan dunia atau bertemu dengan Rasululah Saw kalau itu memungkinkan maka ia memilih kehilangan dunia dari pada kehilangan kesempatan untuk melihat beliau,
ia merasa lebih berat kehilangan Rasul Saw dari pada kehilangan kenikmatan dunia, maka orang yang seperti itu telah mendapat sifat kecintaan di atas dan siapa yang tidak bisa demikian maka tidak berhak mendapat bagian dari buah cinta itu. Yang demikian itu tidak hanya terbatas pada persoalan cinta belaka bahkan membela sunnah dan menegakan syariat serta melawan para penentang-penentangnya termasuk amar ma'ruf nahi munkar." Tanda cinta pertama adalah, Rindu Rasulullah Saw di atas segalanya. Sudah menjadi hal yang wajar bagi setiap orang, untuk selalu berhasrat dan berharap serta ingin bertemu dan berkumpul bersama orang-orang yang dicintainya, barang siapa yang mencintai kekasih yang mulia Rasulullah Saw maka sangatlah rindu dan berharap bisa bertemu serta menemani beliau baik di dunia maupun di akhirat. Dia menunggu kebahagian dengan perasaan rindu dan cemas, jika disuruh memilih di antara Rasulullah Saw atau kenikmatan dunia, maka ia lebih memilih bertemu Rasulullah Saw, ia sangat bergembira untuk melihat wajah beliau yang bercahaya dan sangat senang serta bahagia bila bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan beliau dan sangat takut bercampur cemas
bila terhalang tidak bisa melihat dan bertemu beliau bahkan mengguyur deras air mata duka tatkala berpisah dengan beliau.

Cintanya kaum Anshor terhadap Rasulullah Saw telah ditunjukan oleh mereka dengan cara menyabut kedatangan beliau ke kota Madinah yang digambarkan dalam hadits Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Urwah bin Az-Zubair ra, sebagai berikut:"Orang-orang Islam di Madinah mendengar kepergian Rasulullah Saw dari kota Makkah, maka mereka hampir setiap pagi pergi keluar kota di padang pasir untuk menunggu kedatangan Nabi Saw dan tidak pulang ke rumah hingga terik matahari di siang hari mengusir mereka. Pada suatu hari karena lama menunggu, mereka kembali kerumah, setelah mereka sampai di rumah masing-masing, ada seorang yahudi yang mendaki ke tempat yang tinggi di salah satu benteng untuk melihat sesuatu, tiba-tiba ia melihat Rasulullah Saw bersama para sahabatnya mengenakan pakaian putih dari kejahuan menerobos fatamorgana. Sehingga tanpa disadari ia berteriak dengan suara yang tinggi:' Wahai
oranga-orang Arab inilah pemuka kalian yang kalian tunggu-tunggu'. Maka dengan serempak mereka berhamburan, membawa pedang untuk menyambut kehadiran Rasulullah Saw di tengah-tengah padang pasir."

Subhanallah! Betapa dalam rasa rindu mereka ingin menyambut kehadiran Rasulullah Saw hingga mereka mondar-mandir setiap pagi ke padang pasir menunggu kehadiran beliau dan tidak pulang ke rumah hingga terik matahari di tengah siang yang mengusir mereka agar pulang ke rumah masing-masing.

Tanda cinta kedua; Mengorbankan harta dan jiwa demi Rasulullah Saw. Orang yang sedang bercinta, semangat membara, senang hati akan tidak segan-segan mengorbankan segala sesuatu baik berupa jiwa, kesenangan diri dan sesuatu yang paling berharga untuk sang kekasih. Begitu pula pecinta-pecinta Rasulullah Saw yang mulia dari kalangan sahabat, tinta sejarah telah menorehkan catatan emas tentang betapa tinggi pengorbanan dan pembelaan serta kesetiaan mereka terhadap beliau, sehingga orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw setelah merasakan dalam dada mereka kerugian yang tidak terhingga karena tidak mampu menggapai
kebahagian yang teragung dan harapan yang amat mahal. Imam Ahmad meriwayatkan kepada kita dari Barra' bin Azib berkata, Abu Bakar berkata"Pada waktu kami pergi hijrah, orang-orang sedang mengejar kita dan tidak ada yang dapat mengajar kami kecuali Surakah bin Malik bin
Ju'tsum dengan mengendarai kuda. Saya berkata kepada Beliau Saw:'Wahai Rasululah Saw pencarian telah mampu mendapatkan kita?'Maka Beliau bersabda 'Jangan kamu kawatir sesungguhnya Allah pasti bersama kita.' Hingga dia telah mendekati kita dan jarak kami dengan dia kira-kira satu atau dua atau tiga tombak, Abu Bakar berkata: 'Wahai Rasulullah Saw, Orang yang melakukan pencarian telah berhasil mengejar kita? Maka saya menangis?'. Beliau bertanya:'Kenapa kamu menangis?' Saya menjawab: 'Demi Allah, saya menangis bukan karena takut terhadap keselamatan diriku akan tetapi saya takut terhadap keselamatan diri engkau'. Barra' berkata:'Maka Rasulullah Saw mendoakan keburukan atas Surakah denagan berdoa:"Ya Allah, cukupkanlah dia dari kami dengan sesuatu yang Engkau kehendaki." Maka tiba-tiba kaki kuda Surakah terperosok ke dalam tanah yang keras hingga perut kuda menyentuh tanah."

Tanda cinta ketiga; Tunduk terhadap perintah dan menjahui larangannya.Tidak dapat dipungkiri bahwa orang akan selalu taat kepada orang yang dicintainya, dia berusaha melakukan apa saja yang diinginkan oleh sekasihnya dan menghindari segala apa saja yang dibenci olehnya. Ia
merasakan kenikmatan dan kelezatan yang tidak terhingga. Begitu juga orang yang mencintai Rasulullah Saw yang mulia, selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti jejak beliau, bersegerah mewujudkan perintah dan bersegerah menjahui larangan beliau. Betapa banyak kita dapatkan sikap-sikap indah yang tercermin dari perilaku sahabat yang mulia dan jujur dalam mencintai Rasulullah Saw. Orang-orang pecinta Rasulullah Saw bukan hanya sanggup meninggalkan suatu yang disenangi saja bahkan mereka sanggup meninggalkan kebiasaannya bertahun-tahun bahkan kebiasan yang mereka warisi secara turun-temurun, namun mereka
tidak menjadikan kebiasan itu sebagai hujjah untuk menentang perintah Rasulullah Saw seperti sikap kebanyakan kaum muslimin zaman sekarang ini. Allah Swt berfirman dalam surat An-Nur:51: "Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min bila mereka dipanggil kepad Allah dan RasulNya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan:'Kami dengar,
dan kami patuhi'. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung,"

Tanda cinta keempat;membela sunnah dan memperjuangkan syariat. Sangat wajar bila orang selalu mengorbankan waktu, tenaga dan seluruh harta kekayaannya seperti pengorbanan yang dilakukan oleh kekasihnya. Rasulullah Saw telah mengorbankan seluruh pemberian Allah Swt baik berupa potensi, kemampuan harta dan jiwa untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam, dari penyembahan hamba kepada penyembahan Rabbnya hamba. Rasulullah Saw berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh Agar kalimat Allah Swt tinggi dan kalimat kekafiran hancur dan hina dan beliau berperang agar tidak muncul fitnah dan hanya
agama Allah Swt yang tegak di muka bumi.Orang-orang yang mencintai Rasulullah Saw mengikuti dan mencontoh jejak petunjuk beliau dalam semua itu, dengan suka rela mereka dengan bantuan dan karunia Allah Swt selalu siap mengorbankan seluruh potensi dan kemampuan, mempersembahkan harta dan nyawa untuk tujuan seperti tujuan yang ditempuh Rasulullah Saw, beliau mempersembahkan waktu, harta dan jiwa untuk itu.Allah berfirman: "Di antara orang-orang mumin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kapada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada (pula) yang
menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)." (Al-Ahzab:23)

Tak terjangkau tinggi pekertimu

Tak tergambar indahnya Akhlakmu

Tak terbalas segala jasamu

Engkaulah Rasul, Rasul Mulia.



Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:00 PM   0 comments
Thursday, January 11, 2007
Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga



Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga

Pemateri : Ust. Adi JM (id: adijm2001)


*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 11 Jan 2007


modi_diana: Insya Allah, kajian hari ini akan disampaikan oleh

ust Adi Junjunan Mustafa (id: adijm2001)

modi_diana: Yang akan membawakan tema yang sangat menarik, yaitu:

modi_diana: "Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga"

modi_diana: tafadhol ustadz..

Ust. Adi JM: terima kasih mbak Diana

Ust. Adi JM: akhwat sekalian perajin Kamus

Ust. Adi JM: saya sampaikan salam penghormatan dalam Islam

Ust. Adi JM: assalaamu'alaikum wr wb

Ust. Adi JM: Alhamdulillaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillaah wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa mawwalah.

Ust. Adi JM: “Salah seorang kalian tidak sampai kepada keimanan yang sempurna, hingga mencintai sesuatu bagi saudaranya, dengan sesuatu yang ia pun mencintai bagi dirinya.” (al-Hadits)

Ust. Adi JM: akhwat sekalian, semoga antunna dalam keadaan sehat wal 'afiyat

Ust. Adi JM: dan semoga Allah berikan keberkahan pada waktu kita dalam kajian hari ini

Ust. Adi JM: seperti disampaikan moderator kita, kajian hari ini bertema:

Ust. Adi JM: Menyampaikan Sinyal Cinta dalam Keluarga

Ust. Adi JM: Dalam banyak kasus, meredupnya cinta dalam keluarga terjadi karena lemahnya sinyal cinta yang kita sampaikan kepada pasangan.

Ust. Adi JM: Sinyal cinta ini bisa berupa tatapan mata, senyuman, ucapan, atau sentuhan ...

Ust. Adi JM: Pada saat kita bercakap-cakap dengan istri/suami, kita dapat menggunakan tatapan mata seefektif mungkin.

Ust. Adi JM: Tatapan mata ini bisa bermakna "aku sangat memperhatikanmu, sayang", "aku sangat senang mendengar ceritamu" ...

Ust. Adi JM: atau "ah ... aku turut bersedih dengan duka di hatimu," dan lain-lain.

Ust. Adi JM: Senyuman juga punya banyak arti, misalnya: "terima kasih, sayang",

Ust. Adi JM: atau "aku sayang kamu", "kamu lucu dech, aku suka".

Ust. Adi JM: Yang pasti senyuman yang kita kehendaki adalah yang menentramkan hati.

Ust. Adi JM: Dalam sabda Nabi Muhammad saw,"Raut wajah yang dihiasi senyuman terhadap saudaramu adalah shadaqah." Senyuman adalah pancaran ketulusan hati dan kemurnian iman seseorang.

Ust. Adi JM: Sinyal cinta yang lebih jelas tentu saja mesti disampaikan lewat ucapan yang baik.

Ust. Adi JM: Seorang yang bijak akan memperhatikan betul ucapannya.

Ust. Adi JM: Dan kepada istri/suami, tentulah ia akan memilih sebaik-baik kata.

Ust. Adi JM: Lewat ucapan, kita dapat mengungkapkan apresiasi, terima kasih, dan rasa suka. Lewat ucapan kita dapat menyampaikan harapan dan keinginan.

Ust. Adi JM: Lewat ucapan pula kita bisa sampaikan kekurangsukaan dan kritik yang membangun kepada istri/suami kita.

Ust. Adi JM: Akhirnya, sinyal cinta dapat disampaikan dalam sentuhan lembut penuh cinta dan kasih sayang.

Ust. Adi JM: Dan pada hubungan intim suami-istri terdapat kebahagiaan lahir dan batin.

Ust. Adi JM: Tentu saja jika momentum ini didahului dan dilakukan dengan terampil dan dalam suasana yang penuh cinta dan kasih sayang tadi.

Ust. Adi JM: Nah, akhwat sekalian ... pada kesempatan ini kita akan lebih banyak bicara ttg menyampaikan sinyal cinta dengan ucapan atau ungkapan kata

Ust. Adi JM: saya mohon maaf kalau ilustrasi2 yang akan disampaikan lebih dari sisi seorang suami

Ust. Adi JM: mudah2an bisa diambil hikmahnya

Ust. Adi JM: ada pertanyaan mendasar dalam menyampaikan sinyal cinta, yaitu:

Ust. Adi JM: Haruskah Cinta Diungkapkan?

Ust. Adi JM: Seorang sahabat menyatakan kekagumannya kepada teman-teman lulusan Eropa.

Ust. Adi JM: sahabat saya ini lama kuliah di Jepun

Ust. Adi JM: Saya tanya apa yang dikaguminya? Tentang kebiasaan mengungkapkan perasaan kepada istri, katanya.

Ust. Adi JM: Ia pun bercerita, seorang sahabatnya yang lulusan Jerman menginap beberapa malam di apartemennya.

Ust. Adi JM: Setiap kali menelpon istrinya di Jakarta, selalu sahabat saya ini mendengar ungkapan Ich liebe dich dari sang sahabat itu ke seberang sana.

Ust. Adi JM: (tahu kan arti Ich liebe dich?)

Ust. Adi JM: ikuti aja dulu ya ...

Ust. Adi JM: ntar dari konteksnya ketahuan kok

Ust. Adi JM: oke kita terusin ...

Ust. Adi JM: Saya tersenyum mendengarnya, lalu mengatakan,"Lho, saya malah heran kalau seorang suami tidak pernah mengatakan aku sayang sama kamu, istriku ...

Ust. Adi JM: atau sesekali mengatakan aku hari ini seneng abizz melihatmu, sayang ..."

Ust. Adi JM: Yang terakhir itu sebetulnya ungkapan yang lebih banyak dipakai anak muda, tapi cukup segar lah kalau sesekali diungkapkan.

Ust. Adi JM: Saya sampaikan, mungkin teman-teman di Eropa terkena imbas Perancis atau Paris yang terkenal romantis.

Ust. Adi JM: Sahabat saya tersenyum,"Wah, pantas ... mungkin kamu terkena gaya perancis juga alias perapatan ciamis ...!" Kami tertawa.

Ust. Adi JM: Lalu saya sedikit kisahkan bagaimana suasana romantis Paris itu.

Ust. Adi JM: Meskipun tak semua hal bisa dijadikan pelajaran, tapi dari Paris saya tahu sebagian arti romantis.

Ust. Adi JM: (oya, alhamdulillah saya sempat mendapat rizki kuliah di Belanda 1989-1996)

Ust. Adi JM: "Bisa jadi ada teman-teman secara tidak sadar sudah bergaya Jepang dalam berkomunikasi kepada istri ...," kata sahabat saya itu tiba-tiba.

Ust. Adi JM: (maaf ini memang konteks cerita Jepang ya ... mungkin Ind lain)

Ust. Adi JM: Mendengar kalimat itu membuat perasaan saya menerawang membayangkan otokorashi ala kaum samurai.

Ust. Adi JM: (otokorashi = style kaum lelaki)

Ust. Adi JM: Apakah kerasnya dunia luar, membuat beku komunikasi di dalam rumah? Wah dingin banget, kata saya dalam hati.

Ust. Adi JM: baik ... sampai sini kisah saya sama sobat saya

Ust. Adi JM: otokrasi beda lagi ya

Ust. Adi JM: Sudah jelas Nabi saw dan para sahabatnya itu orang-orang yang punya jiwa perjuangan yang hebat.

Ust. Adi JM: Kehidupan mereka di Madinah hampir tak pernah sepi dari perang atau ekspedisi militer.

Ust. Adi JM: Justru dalam kerasnya perjuangan itulah mereka menemukan keseimbangan pada kelembutan interaksi dengan istri dan anak-anak.

Ust. Adi JM: Setiap kali pulang berjihad, Nabi selalu disambut anak-anak kecil Madinah. Bukan hanya cucu beliau yang berlari menghampiri beliau, tapi juga beberapa anak lain.

Ust. Adi JM: Lalu Nabi pun memangku salah seorang dari anak-anak itu, sementara yang lainnya menarik-narik kain baju beliau, karena beliau memang begitu lembut dan menyayangi anak-anak.

Ust. Adi JM: Saat pulang dari sebuah ekspedisi militer, Nabi menggoda Jabir, sahabatnya yang pengantin baru.

Ust. Adi JM: "Wah, tentu bantal-bantal empuk sudah disiapkan di rumahmu ...," kata beliau.

Ust. Adi JM: Jabir terkejut dan mengatakan,"Tapi kami tak punya bantal-bantal empuk di rumah ..."

Ust. Adi JM: Tentu saja respon Jabir yang serius itu membuat Nabi tersenyum, sebab kalimat beliau adalah kiasan kemesraan istri yang menanti Jabir di rumahnya.

Ust. Adi JM: Bisa jadi Jabir yang masih muda itu gugup dan tidak siap diajak bergurau oleh satu pribadi yang amat dihormatinya ini.

Ust. Adi JM: Benarlah perjuangan tak membuat Nabi dan para sahabatnya menjadi dingin dan keras dalam interaksi dengan para istri mereka.

Ust. Adi JM: Justru kemesraan itu menjadi penyeimbangan suasana perjuangan.

Ust. Adi JM: Nabi pernah berpesan:

Ust. Adi JM: Kalau kau mencintainya, maka sampaikanlah.

Ust. Adi JM: Ini tuntunan hikmah untuk mempererat persaudaraan; Maka menyatakan cinta kepada istri/suami itu bagian dari hikmah kenabian.

Ust. Adi JM: Kaidah ushul mengatakan, min baabil aulaa, sungguh lebih utama untuk menyatakan cinta kepada istri/suami.

Ust. Adi JM: akhirnya saya ingin tutup pengantar diskusi kita dengan obrolan sepasang suami istri

Ust. Adi JM: begini ...

Ust. Adi JM: "Hari ini aku betul-betul kangen ... sampai pengen nangis," katanya.

Ust. Adi JM: "Oya, jam berapa kangennya?"

Ust. Adi JM: "Sekitar jam 5 sore ..."

Ust. Adi JM: "Oh pantesan ... Jam segituan, rasanya saya juga enggak bisa konsentrasi di depan komputer. Kalau kangen ... coba tahan dikit lah, biar setrumannya enggak kenceng ke sini, saya

Ust. Adi JM: Kalau kangen ... coba tahan dikit lah, biar setrumannya enggak kenceng ke sini, sayang ..."

Ust. Adi JM: "Oyaaa ...? Apa enggak salah nih. Jangan-jangan di sana dech yang kangen duluan."

Ust. Adi JM: "Enggak juga, kayaknya di sana duluan ..."

Ust. Adi JM: "Ya udah, ambiiil ... mangga bungkuuus ..."

Ust. Adi JM: (rupanya orang sunda nih mereka)

Ust. Adi JM: "He he he ..."

Ust. Adi JM: "Kenapa ketawa?"

Ust. Adi JM: "Enggak … Kadang kamu luchu ... Thanks ya, udah dikangenin. Enggak penting siapa yang kangen duluan, yang pasti ik houd van jou ..."

Ust. Adi JM: (ik houd van jou = Ich liebe dich)

Ust. Adi JM: "Ik weet het. I love you too ..."

Ust. Adi JM: (ik weet het = saya tahu ...)

Ust. Adi JM: "Alhamdulillah."

Ust. Adi JM: "Alhamdulillah ..."

Ust. Adi JM: Udah segitu obrolannya

Ust. Adi JM: Penutup:

Ust. Adi JM: Ya Allah, jadikan cinta kami kepada istri-istri dan suami-suami kami sebagai cinta karenaMu, yang menjadi wasilah kami merasakan manisnya iman dan meraih ridhaMu.

Ust. Adi JM: Ya Allah, ampuni kami ketika berlebihan dalam bersikap.

Ust. Adi JM: Ya Allah, karuniakanlah kepada kami istri/suami dan anak-anak yang tetap mendorong kami untuk istiqamah dalam iman dan perjuangan. Aamiin.

Ust. Adi JM: Sekian ...

Ust. Adi JM: Cukup pengantarnya mbak Diana, silakan dipandu diskusinya.

modi_diana: Jazakallahu khoiron katsiro ustadz.


**

**sesi tanya-jawab**

#1

ukhti_hanim: pertanyaannya; istri jabir namanya siapa

ukhti_hanim: sm mo tau hadistnya

ukhti_hanim: riwayat hadist cerita itu, klw boleh

Ust. Adi JM: terima kasih buat mbak Hanim

Ust. Adi JM: sayang pada kisah tsb tidak disampaikan nama istri Jabir

Ust. Adi JM: yang saya ingat, Jabir menikahi janda dan usianya lebih tua dari dirinya

Ust. Adi JM: saat Nabi bertanya, kenapa tidak kau nikahi gadis, hingga kau bisa bercanda dengannya dan dia pun bercanda denganmu

Ust. Adi JM: Jabir menjawab, orang tuanya sudah meninggal

Ust. Adi JM: dan ia punya adik2 yang kecil

Ust. Adi JM: jadi ia berharap istrinya bisa membantu

Ust. Adi JM: mendengar itu Nabi bisa memahami pilihan Jabir

Ust. Adi JM: coba dicari di buku "senyum2 Nabi" ya

Ust. Adi JM: saya sudah terlupa dari buku mana saya baca

Ust. Adi JM: atau mungkin bisa ditemukan di buku ar-Rasul saw tulisan ust Said Hawwa

Ust. Adi JM: afwan saya terlupa

Ust. Adi JM: itu buat mbak Hanim semoga menjawab

#2

ukhti_mimin: tadi bapak bilang: Lewat ucapan kita dapat menyampaikan harapan dan keinginan. Lewat ucapan pula kita bisa sampaikan kekurangsukaan dan kritik yang membangun kepada istri/suami kita.

ukhti_mimin: pertanyaannya: mnta tlg cara komunikasi yg baik ttg hal tsb agar suami tdk tersinggung.

ukhti_mimin: sy sementara ini menyimpulkan bahwa ternyata laki2 punya ego khusus

ukhti_mimin: thd perempuan

Ust. Adi JM: terima kasih mbak Mimin

Ust. Adi JM: secara umum masalah ini dibahas para ulama kita dalam kajian2 "adab memberi nasihat"

Ust. Adi JM: misalnya disampaikan dg sirr, artinya scr rahasia ... jadi contohnya jangan di depan anak2

Ust. Adi JM: apalagi di depan tetangga atau orang lain

Ust. Adi JM: bahkan istri yang bijak enggak akan menyampaikan nasihat/kritik di depan ortu atau mertua

Ust. Adi JM: kemudian, hal2 lainnya ... disampaikan pada moment yang tepat

Ust. Adi JM: jangan pas capek2nya baru pulang kantor misalnya

Ust. Adi JM: carilah suasana2 yang santai

Ust. Adi JM: misal: menjelang tidur, saat rihlah ...

Ust. Adi JM: kemudian ... sampaikan dengan cara yang lemah lembut dan kalimat2 yang baik

Ust. Adi JM: misalnya: gini mas ... menurut saya sikap mas kemarin itu kurang pas ...

Ust. Adi JM: karena ... bla bla bla

Ust. Adi JM: tapi itu pendapat saya lho ...

Ust. Adi JM: saya bisa salah juga ...

Ust. Adi JM: kira2 redaksi seperti itu

Ust. Adi JM: last but not least

Ust. Adi JM: bersikap ikhlas saat mengritik ... jangan dengan kondisi hati yang dibakar rasa marah

Ust. Adi JM: susah ya ...

Ust. Adi JM: tapi kira2 begitu cara memberikan kritik

ukhti_mimin: kalo semua adab sudah terpenuhi tp yah.. karena ada ego kelaki2an yg kadang tdk bisa nerima masukan dari "bawahan" gmn ngatasinya ya pak?

ukhti_mimin: cara yg efektifnya spt apa selain akhirnya kita diemmm gak jg ngomong

Ust. Adi JM: kalau kita sudah usahakan sebaik2nya tapi masih mentok ... maka bersabarlah

Ust. Adi JM: mungkin cara2 ngambek asal jangan kelewatan malah efektif ya ...

Ust. Adi JM: masing2 istri tahu bgm menghadpi suaminya ... enggak ada rumus umum

Ust. Adi JM: tapi, rumus umumnya, tugas kita adalah mengingatkan

Ust. Adi JM: sama seperti berdakwah, tugasnya adalah tabligh ... selebihnya kita berdoa kpd Allah

ukhti_mimin: apa itu artinya harus ngalah pak?

ukhti_mimin: krn sy liat blm berbagai kasus perempuan harus sering ngalah biar gak bentrok

Ust. Adi JM: iya ... kadang ngalah di hadapan suami malah pintu luluhnya hati dia

Ust. Adi JM: biarkan si suami merenung pada saat2 kesendiriannya

Ust. Adi JM: ini bg kesabaran para ibu yang mesti ada

Ust. Adi JM: dikatakan: al waqt juz'un minal 'ilaaj

Ust. Adi JM: waktu itu bagian dari pengobatan

Ust. Adi JM: begitu mbak Mimin.

#3

ukhti_nova: Pertanyaan : bolehkah suami istri memperlihatkan kemesraan dan mengirimkan sinyal2 cinta didepan anak2 mereka atau orang lain? adakah adab2nya diatur dalam alqur'an?

ukhti_nova: afwan kalau ada yg salah dr pertanyaan saya

ukhti_nova: sekian pertanyaannya

Ust. Adi JM: terima kasih mbak Nova

Ust. Adi JM: saya melihat tampilnya kita sbg ortu dalam keadaan mesra, hangat dan harmonis akan menjadi pengalaman baik bagi jiwa anak2 kita

Ust. Adi JM: jadi sebatas kita berjalan berpegangan tangan

Ust. Adi JM: atau duduk berdua di sofa dengan posisi merapat, tangan merangkul ke bahu

Ust. Adi JM: atau sun di pipi atau di kening

Ust. Adi JM: itu hal-hal yang wajar diketahui anak2

Ust. Adi JM: justru suasana mesra seperti itu memberikan keseimbangan bagi wawasan si anak

Ust. Adi JM: oh ternyata ayah sama bunda juga bisa mesra ya

Ust. Adi JM: oh ternyata menikah itu asyik ya

Ust. Adi JM: dan ternyata bukan pada "pacaran" sebelum nikah kemesraan yang halal itu dilakukan

Ust. Adi JM: makanya, dalam kasus kami di rumah ... kami bisa sampaikan kepada anak2 ... "itu" baru dilakukan kalau udah nikah ya ...

Ust. Adi JM: "itu" yang dimaksud misalnya tayangan orang pegangan tangan, sun-sunan yang mereka lihat di teve

Ust. Adi JM: maksud saya, jangan sampai pd anak muncul persepsi ... pacaran itu asyik, mesra ... tapi kalau udah nikah "garink", enggak mesra!

Ust. Adi JM: buktinya abi sama ummi kayak gitu ...

Ust. Adi JM: gitu mbak Nova

Ust. Adi JM: nah, di mana batas2nya

Ust. Adi JM: saya melihat ini masalah al-'urf atau kepatutan

Ust. Adi JM: cium bibir ... mungkin kalau kecup saja masih oke

Ust. Adi JM: tapi kalau ciuman hot ya jangan

Ust. Adi JM: kemudian tentu saja hubungan intim dan segenap pendahuluannya

Ust. Adi JM: itu pun tidak pantas dilihat anak2

Ust. Adi JM: bahkan Quran di surat an-Nuur menetapkan tiga waktu aurat bagi suami istri thd anak2 dan orang yang dirumah

Ust. Adi JM: sebelum waktu fajr, waktu dhuhr dan setelah isya ...

Ust. Adi JM: ini di surat an-Nuur

Ust. Adi JM: pada waktu2 itu anak2 mesti ketok pintu dan minta ijin kalau mau masuk kamar tidur ortu mereka

Ust. Adi JM: demikian ya mbak Nova.

#4

ukhti_yokka: pertanyaan : Emm..kdg klo blm terbiasa kan kaku jg ngucap syg2 gitu, perasaan mlh jd aneh, gimana ngatasinnya ust?

Ust. Adi JM: itu pertanyaannya?

Ust. Adi JM: baik ...

Ust. Adi JM: memang ekspresi cinta itu bisa berlainan dari orang ke orang

Ust. Adi JM: dari bangsa ke bangsa

Ust. Adi JM: enggak usah dipaksakan juga mengubah gaya scr drastis

Ust. Adi JM: enggak suami/istri kita malah curiga

Ust. Adi JM: aya naon ieu teh

Ust. Adi JM: ada apa nih

Ust. Adi JM: tapi bahwa setiap orang itu butuh dicintai, ini aksiomatis

Ust. Adi JM: adapun pengungkapan, ini bisa tumbuh dipengaruhi lingkungan, bacaan, atau mungkin tontonan

Ust. Adi JM: yang jadi masalah, skr kan pengungkapan sayang atau cinta malah marak pada hal-hal yang dilarang agama

Ust. Adi JM: masa yang udah suami-istri, yang udah jelas2 halalnya malah pelit menyampaikan sayang dan cinta

Ust. Adi JM: ditambah lagi arahan2 nabi saw yang saya sampaikan tadi

Ust. Adi JM: beliau menganjurkan kita mengungkapkan cinta kita fillahi, karena Allah, kepada yang kita cintai

Ust. Adi JM: jadi ... silakan mulai dari yang sederhana

Ust. Adi JM: misalnya menyampaikan, mas ... adek suka kalau mas pakai kemeja biru muda itu

Ust. Adi JM: apalagi bawahnya pakai celana biru tua yang kita beli lebaran lalu

Ust. Adi JM: itu contoh kalimat apresiasi ...

Ust. Adi JM: gitu ya, buat mbak Yokka

Ust. Adi JM: jadi sampaikan aja pakai bhs arab dulu ke suami, uhibbuka fillahi, kang ...

Ust. Adi JM: sekian buat mbak Yokka

Ust. Adi JM: afwan

Ust. Adi JM: uhibbuka --> buat pria

Ust. Adi JM: uhibbuki --> buat perempuan

Ust. Adi JM: uhibbu supermie --> buat yang suka supermie

#5

ukhti_lita: begini pak ustad..

ukhti_lita: misalnya kita menikah tanpa cinta

ukhti_lita: terus cinta itu belum juga tumbuh setelah pernikahan

ukhti_lita: apakah kata2 mesra itu bisa menciptakan cinta pak ustad

ukhti_lita: walau malu tuk ungkapain

ukhti_lita: itu aja pak ustad.. ini misalnya..

Ust. Adi JM: saya jawab pertanyaan mbak Lita ya

Ust. Adi JM: jadi ... bgm jika pernikahan tidak didasari cinta

Ust. Adi JM: sebetulnya ini memerlukan bahasan lain

Ust. Adi JM: bagaimana menumbuhkan cinta

Ust. Adi JM: dua pekan lagi semoga bisa dibahas ya

Ust. Adi JM: tapi ... sementara tanggapan saya begini

Ust. Adi JM: cinta itu bukan sesuatu yang statis

Ust. Adi JM: ada rumus begini, cinta kpd Allah cerminan iman kepadanya

Ust. Adi JM: iman itu bisa bertambah dan berkurang ... begitu juga cinta

Ust. Adi JM: ia sesuatu yang dinamis

Ust. Adi JM: mungkin saat awal nikah cintanya dikit

Ust. Adi JM: tapi dengan effort yang tepat, cinta itu dapat tumbuh kembang

Ust. Adi JM: caranya adalah dengan saling menghargai dan menghormati

Ust. Adi JM: dengan lebih mengenal sisi2 baik pasangan kita

Ust. Adi JM: dan dengan meredam ego diri kita

Ust. Adi JM: insya Allah kondisi2 ini akan secara otomatis membawa kita pada ucapan sayang kepada pasangan

Ust. Adi JM: ini memang bukan buat diteori2kan, tapi buat dipraktekan

Ust. Adi JM: cobalah!

Ust. Adi JM: gitu buat mbak Lita

#6

ukhti_zuliawati: apakah dengan membuat istri/suami cemburu itu 'bumbunya' cinta ustad?

Ust. Adi JM: terima kasih mbak Zuliawati

Ust. Adi JM: ini pertanyaan bagus buat menutup kajian

Ust. Adi JM: benar sekali ... cemburu bukan hanya bumbunya cinta

Ust. Adi JM: bahkan cinta sejati itu mesti disertai cemburu

Ust. Adi JM: dalam bahasa hadits disebutkan "ghirah"

Ust. Adi JM: Ibnul Qayyim dalam bukunya "taman orang-orang yang jatuh cinta dan dirundung rindu" mengupas amat dalam mengenai cemburu ini

Ust. Adi JM: untuk kasus suami-istri, seorang istri yang mencintai suaminya, akan sakit jika sang suami mencintai yang lain

Ust. Adi JM: begitu juga suami enggak akan rela (ridho) istrinya mencintai yang lain

Ust. Adi JM: jadi cemburu itu bukan cuma bumbu, tapi syarat cinta

Ust. Adi JM: ada seorang shahabat yang dikenal amat pencemburu

Ust. Adi JM: sampai2 perihal dirinya jadi obrolan beberapa sahabat lain di hadapan Nabi

Ust. Adi JM: saat itu Nabi berkomentar

Ust. Adi JM: kalian heran dengan cemburunya si fulan thd istrinya

Ust. Adi JM: sungguh, aku lebih pencemburu dari pada si fulan itu

Ust. Adi JM: dan Allah lebih pencemburu ...

Ust. Adi JM: cemburunya Allah adalah apabila hamba2Nya menyembah (mencintai) kepada selain dirinya

Ust. Adi JM: jadi jelaslah cemburu itu menyatu dengan citnta

Ust. Adi JM: demikian mbak Zuliawati.

Ust. Adi JM: cukup ya ... akhwat sekalian

Ust. Adi JM: skr udah jam 17:03 di Jepang dan karena winter (musim dingin) udah gelap di luar

modi_diana: alhamdulillah..

modi_diana: tafadhol ustadz..

modi_diana: jazakallah khoiron katsio..

Ust. Adi JM: waiyyakunn

Ust. Adi JM: baik mbak Diana dan akhwat sekalian saya pamit

Ust. Adi JM: afwan kalau ada yang salah. wassalaamu'alaikum wr wb

**

Materi tersebut didownload dari: Sampaikan Sinyal Cinta Itu

Dalam banyak kasus, meredupnya cinta dalam keluarga terjadi karena lemahnya sinyal cinta yang kita sampaikan kepada pasangan. Sinyal cinta ini bisa berupa tatapan mata, senyuman, ucapan, atau sentuhan ...

Pada saat kita bercakap-cakap dengan istri/suami, kita dapat menggunakan tatapan mata seefektif mungkin. Tatapan mata ini bisa bermakna "aku sangat memperhatikanmu, sayang", "aku sangat senang mendengar ceritamu", "ah ... aku turut bersedih dengan duka di hatimu," dan lain-lain. Senyuman juga punya banyak arti, misalnya: "terima kasih, sayang", "aku sayang kamu", "kamu lucu dech, aku suka". Yang pasti senyuman yang kita kehendaki adalah yang menentramkan hati. Dalam sabda Nabi Muhammad saw,"Raut wajah yang dihiasi senyuman terhadap saudaramu adalah shadaqah." Senyuman adalah pancaran ketulusan hati dan kemurnian iman seseorang.

Sinyal cinta yang lebih jelas tentu saja mesti disampaikan lewat ucapan yang baik. Seorang yang bijak akan memperhatikan betul ucapannya. Dan kepada istri/suami, tentulah ia akan memilih sebaik-baik kata. Lewat ucapan, kita dapat mengungkapkan apresiasi, terima kasih, dan rasa suka. Lewat ucapan kita dapat menyampaikan harapan dan keinginan. Lewat ucapan pula kita bisa sampaikan kekurangsukaan dan kritik yang membangun kepada istri/suami kita.

Akhirnya, sinyal cinta dapat disampaikan dalam sentuhan lembut penuh cinta dan kasih sayang. Dan pada hubungan intim suami-istri terdapat kebahagiaan lahir dan batin. Tentu saja jika momentum ini didahului dan dilakukan dengan terampil dan dalam suasana yang penuh cinta dan kasih sayang tadi.

Dalam sebuah diskusi bertajuk Memberi Kepuasan kepada Pasangan, seorang peserta bertanya kira-kira sebagai berikut,"Apabila sedang dalan keadaan hamil tua, suami meminta jatah-nya, sedangkan kami dalam keadaan lelah dan enggak mood apa yang harus kita lakukan ...? Apakah kami berdosa jika tidak memenuhi keinginan suami?"

Saat itu saya tidak menjawab masalah dosa atau tidak. Saya melihat ada hal lain yang mesti diletakkan secara proporsional. Pertama, secara umum hubungan intim saat hamil itu tidak akan mengganggu kesehatan janin yang dikandung. Permasalahannya memang bisa jadi ada ketidaknyamanan fisik dan hormonal pada seorang istri saat mengandung. Hal kedua yang perlu diperhatikan, seringkali para suami muda kurang memahami perlunya suasana psikologis yang nyaman bagi seorang istri untuk berhubungan intim, apalagi dalam kondisi hamil tua. Maka diperlukan perlakuan yang lembut untuk sampai pada puncak hubungan.

Ibu penanya tadi memotong,"Tapi itulah masalahnya, Pak. Kadang suami tidak mengerti hal seperti itu ...!"

Saya sampaikan, di situlah perlunya seorang istri menyampaikan apa yang ia inginkan dari suaminya. Dalam kasus di atas, istri bisa saja mengatakan,"Bang ... tolong donk jangan terburu-buru. Saya masih ingin dipijitin dulu kaki dan punggungnya nih, soalnya agak pegal-pegal ..." Dengan demikian suami bisa mengetahui apa yang diinginkan istrinya. Dan hubungan yang dikehendaki istri dan suaminya dapat berlangsung dalam suasana yang nyaman.

Ringkasan tanya-jawab di atas menggambarkan contoh sederhana dan sehari-hari tentang pentingnya kita menyampaikan sinyal cinta secara clear kepada pasangan kita. Insya Allah dengan penyampaian sinyal-sinyal cinta yang jelas, tepat dan bervariasi kita akan senantiasa memperoleh ketentraman, cinta dan kasih sayang dalam berumah tangga.

artikel terkait: Haruskah Cinta Diungkapkan?


Haruskah Cinta Diungkapkan?

Seorang sahabat menyatakan kekagumannya kepada teman-teman lulusan Eropa. Saya tanya apa yang dikaguminya? Tentang kebiasaan mengungkapkan perasaan kepada istri, katanya. Ia pun bercerita, seorang sahabatnya yang lulusan Jerman menginap beberapa malam di apartemennya. Setiap kali menelpon istrinya di Jakarta, selalu sahabat saya ini mendengar ungkapan Ich liebe dich dari sang sahabat itu ke seberang sana.

Saya tersenyum mendengarnya, lalu mengatakan,"Lho, saya malah heran kalau seorang suami tidak pernah mengatakan aku sayang sama kamu, istriku ... atau sesekali mengatakan aku hari ini seneng abizz melihatmu, sayang ..." Yang terakhir itu sebetulnya ungkapan yang lebih banyak dipakai anak muda, tapi cukup segar lah kalau sesekali diungkapkan.

Saya sampaikan, mungkin teman-teman di Eropa terkena imbas Perancis atau Paris yang terkenal romantis. Sahabat saya tersenyum,"Wah, pantas ... mungkin kamu terkena gaya perancis juga alias perapatan ciamis ...!" Kami tertawa. Lalu saya sedikit kisahkan bagaimana suasana romantis Paris itu. Meskipun tak semua hal bisa dijadikan pelajaran, tapi dari Paris saya tahu sebagian arti romantis.

"Bisa jadi ada teman-teman secara tidak sadar sudah bergaya Jepang dalam berkomunikasi kepada istri ...," kata sahabat saya itu tiba-tiba. Mendengar kalimat itu membuat perasaan saya menerawang membayangkan otokorashi ala kaum samurai. Apakah kerasnya dunia luar, membuat beku komunikasi di dalam rumah? Wah dingin banget, kata saya dalam hati.

***

Sudah jelas Nabi saw dan para sahabatnya itu orang-orang yang punya jiwa perjuangan yang hebat. Kehidupan mereka di Madinah hampir tak pernah sepi dari perang atau ekspedisi militer. Justru dalam kerasnya perjuangan itulah mereka menemukan keseimbangan pada kelembutan interaksi dengan istri dan anak-anak. Setiap kali pulang berjihad, Nabi selalu disambut anak-anak kecil Madinah. Bukan hanya cucu beliau yang berlari menghampiri beliau, tapi juga beberapa anak lain. Lalu Nabi pun memangku salah seorang dari anak-anak itu, sementara yang lainnya menarik-narik kain baju beliau, karena beliau memang begitu lembut dan menyayangi anak-anak.

Saat pulang dari sebuah ekspedisi militer, Nabi menggoda Jabir, sahabatnya yang pengantin baru. "Wah, tentu bantal-bantal empuk sudah disiapkan di rumahmu ...," kata beliau. Jabir terkejut dan mengatakan,"Tapi kami tak punya bantal-bantal empuk di rumah ..." Tentu saja respon Jabir yang serius itu membuat Nabi tersenyum, sebab kalimat beliau adalah kiasan kemesraan istri yang menanti Jabir di rumahnya. Bisa jadi Jabir yang masih muda itu gugup dan tidak siap diajak bergurau oleh satu pribadi yang amat dihormatinya ini.

Benarlah perjuangan tak membuat Nabi dan para sahabatnya menjadi dingin dan keras dalam interaksi dengan para istri mereka. Justru kemesraan itu menjadi penyeimbangan suasana perjuangan.

***

Kalau kau mencintainya, maka sampaikanlah. Ini tuntunan hikmah untuk mempererat persaudaraan; Maka menyatakan cinta kepada istri itu bagian dari hikmah kenabian. Kaidah ushul mengatakan, min baabil aulaa, sungguh lebih utama untuk menyatakan cinta kepada istri.

***

"Hari ini aku betul-betul kangen ... sampai pengen nangis," katanya.

"Oya, jam berapa kangennya?"

"Sekitar jam 5 sore ..."

"Oh pantesan ... Jam segituan, rasanya saya juga enggak bisa konsentrasi di depan komputer. Kalau kangen ... coba tahan dikit lah, biar setrumannya enggak kenceng ke sini, sayang ..."

"Oyaaa ...? Apa enggak salah nih. Jangan-jangan di sana dech yang kangen duluan."

"Enggak juga, kayaknya di sana duluan ..."

"Ya udah, ambiiil ... mangga bungkuuus ..."

"He he he ..."

"Kenapa ketawa?"

"Enggak, kadang kamu luchu ... thanks ya, udah dikangenin. Enggak penting siapa yang kangen duluan, yang pasti ik houd van jou ..."

"Ik weet het. I love you too ..."

"Alhamdulillah."

"Alhamdulillah ..."

***

Ya Allah, jadikan cinta kami kepada istri-istri kami sebagai cinta karenaMu, yang menjadi wasilah kami merasakan manisnya iman dan meraih ridhaMu. Ya Allah, ampuni kami ketika berlebihan dalam bersikap. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami istri dan anak-anak yang tetap mendorong kami untuk istiqamah dalam iman dan perjuangan. Amiin.





Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、6:00 PM   0 comments
Monday, December 04, 2006
Memberikan Kepuasan kepada Pasangan (suami istri) Bagian 1

Adi Junjunan Mustafa: akhwat sekalian: assalaamu'alaikum wr wb
alhamdulillah, wash shalaatu was salaamu 'alaa rasulillah
wa aalihi wa shahbihi wa mawwalah
seperti disampaikan moderator kita, siang ini saya siapkan pointers kajian bertema "memberi kepuasan kepada pasangan"
sayang saya belum tuntas menuliskan bahan kajian, karena saya baru datang lagi di jepang selepas liburan di ind dan konferensi di pulau lain di jepang
mudah2an meskipuan pointers nya masih ringkas, kita bisa perkaya saat diskusi nanti
baik saya mulai:
Adi Junjunan Mustafa: Memberi Kepuasan kepada Pasangan

Adi Junjunan Mustafa: Terminologi yang dituliskan pada judul tulisan ini sebetulnya ungkapan lain dari pemenuhan hak pasangan dalam kehidupan bersuami-istri.
Adi Junjunan Mustafa: Pemenuhan hak sebagaimana kita fahami berarti juga pelaksanaan kewajiban kita dalam berumahtangga.

Adi Junjunan Mustafa: Apa saja yang menjadi dambaan pasangan kita sebetulnya?

rina khairani imb: Assalamu'alaikum wr wb ukhti fillah & pak Ust.
Mumtahah Annisa: Wa`alaikumsallam Warrahmatullahi Wabarakatuh

Adi Junjunan Mustafa: Kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan mengidentifikasi kebutuhan pasangan kita.

Secara umum kebutuhan manusia terbagi menjadi kebutuhan lahir dan kebutuhan batin.
Dalam kaitan berumah tangga, kebutuhan lahir misalnya: makanan dan minuman, tempat tinggal, pakaian dan sisi fisik dari aspek seksual.
Adapun kebutuhan batin mencakup: rasa aman, penghargaan, cinta dan kasih sayang.
Al Quran misalnya menyampaikan isyarat tentang tempat tinggal pada ayat berikut:

Adi Junjunan Mustafa: Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. (QS ath Thalaq:6)
Sementara itu Rasulullah saw memberikan arahan kepada para suami untuk memberi makanan dan minuman serta pakaian kepada keluarga mereka sepadan dengan apa yang mereka makan, minum dan kenakan.

Adi Junjunan Mustafa: Karenanya perhatian suami terhadap kebutuhan pangan, sandang dan papan ini menjadi bagian pemenuhan hak keluarga yang mesti ditunaikan.
Sebaliknya seorang istri yang baik tentulah akan memperhatikan makanan, minuman dan pakaian bagi suami serta anak-anaknya.

Sebagian suami meletakkan rasa senang yang besar terhadap istri yang pandai memasak, misalnya.
Seringkali pula suami membutuhkan bantuan dan pandangan istri dalam memilih pakaian yang serasi
diana: Ukhtifillah yang baru bergabung, Tema kamus hari ini:
“Memberi Kepuasan pada Pasangan (Suami-Istri)”
pemateri: ust Adi Junjunan Mustafa (id: adijm2001)


Adi Junjunan Mustafa: baik dalam masalah warna atau masalah kesesuaian pakaian dengan acara-acara yang akan dihadirinya.
memberikan kepuasan kepada pasangan pada hal-hal yang nampaknya sehari2 itu jangan dianggap remeh
sebab bangunan indah rumah tangga itu justru dibangun dari hal-hal yang nampaknya sederhana ...
Beralih pada masalah pemenuhan kebutuhan seksual, kebutuhan ini menjadi salah satu kebutuhan fisik-biologis yang penting untuk dipenuhi dalam berumahtangga.

Dalam rangkaian ayat yang membicarakan masalah puasa, Allah swt berfirman:
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.
Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu.

Adi Junjunan Mustafa: Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu,
Adi Junjunan Mustafa: dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS al Baqarah:187)

Ayat tersebut memberikan penjelasan bahwa adanya kebutuhan seksual diakui Allah swt, hingga terjadi pemaafan dariNya atas kelalaian sebagian pasangan suami-istri yang melakukan hubungan di malam bulan puasa saat masih dilarang.

Menarik untuk diperhatikan, ayat ini menggunakan ungkapan “baasyiruu hunna”,
gembirakanlah atau senanglah mereka (istri-istri itu) untuk menggambarkan hubungan intim.
Di sini tersirat, bahwa hubungan intim menyimpan sisi kebahagiaan yang bukan semata lahiriah, akan tetapi juga menyangkut kebahagiaan batiniah.

karenanya pada pemenuhan dan pemuasan kebutuhan seksual terdapat sisi-sisi yang lebih mendalam daripada sekedar hubungan fisik

Skr kita beralih pada kebutuhan batiniah

Pemenuhan kebutuhan yang lebih hakiki sesungguhnya ada pada sisi-sisi batiniah, seperti rasa aman, penghargaan, cinta dan kasih sayang.

Ketika hal-hal ini terpenuhi, maka sempurnalah kebahagiaan bagi seorang manusia.
Adi Junjunan Mustafa: Sebaliknya berbagai pemenuhan kebutuhan lahiriah akan menjadi semu belaka, tatkala kebutuhan batiniah tidak terpenuhi.

Adi Junjunan Mustafa: Coba bandingkan, seorang suami memberi uang banyak tapi dengan marah-marah dan ketika ia membuatkan istrinya teh manis di malam hari dengan penuh senyum dan kasih sayang
Adi Junjunan Mustafa: tentu hal kedua lebih didambakan ... apa lagi kalau setelah itu memberi uang juga
Adi Junjunan Mustafa: Dorongan bagi suami istri untuk terus menyempurkan penghargaan, cinta dan kasih sayang senantiasa ditekankan dalam seluruh aspek kehidupan berumah tangga.
Adi Junjunan Mustafa: hendaklah suami istri dalam keadaan prima menjaga rasa hormat dan cinta satu sama lain
Adi Junjunan Mustafa: jaga perasaan pasangan, hindari menyakiti atau menyinggung perasaannya
Adi Junjunan Mustafa: ungkapkan dan tunjukkan rasa cinta dan sayang dengan kreatif

Adi Junjunan Mustafa: dan yang terpenting ... letakkan rasa penghargaan, cinta dan kasih sayang ini karena Allah semata
Adi Junjunan Mustafa: ini yang akan menjadi puncak pemenuhan kepuasan kita terhadap pasangan kita dalam berumah tangga.
Adi Junjunan Mustafa: Demikianlah materi pembuka kamus kita siang ini
Adi Junjunan Mustafa: insya Allah dapat dilanjutkan dengan diskusi
Adi Junjunan Mustafa: silakan dipandu ukht Diana


diana: silakan yang mau bertanya..
diana: daftar dulu yaa..

diana: silakan ukhti astuti dpt giliran nomor 1
rani charisma: oh....telat bgt ya...
winnie senopati: maaf ngak tau materinya baru masuk
winnie senopati: kepuasan dalam hal apa yaa
diana: ini sedikit ringkasannya
astf0312: gmn cara menungkapkan dan tunjukkan rasa cinta dan sayang dengan kreatif
diana: Memberi Kepuasan kepada Pasangan dalam hal pemenuhan hak pasangan dalam kehidupan bersuami-istri.
diana: kebuthan lahir & batin, gitu..
winnie senopati: ooooo
diana: pertanyaannya sudah ukht astuti?
astf0312: tambah
diana: silakan..
astf0312: berhubungan dng masa lalu msg2 pihak


astf0312: yg dulu pernah menjalin hub dng org lain
astf0312: dan perasaan itu masih ada
aniengs04: boleh nanya duluan?
astf0312: trs ya slg jujur
astf0312: dan ada perasaan lain di hati
diana: @anieng dpt giliran nomor 2 ya
astf0312: nah cara memanaj nya gmn
aniengs04: terima kasih
astf0312: sudah
winnie senopati: yang lalu biar lah berlalu klo masih di ingat belum ikhlas

rina khairani imb: ukhti fillah tolong invite temen ane
rina khairani imb: m_fauziah
diana: tafadhol ustadz..
diana: boleh langsung dijawab..
winnie senopati: ups maaf
astf0312: ya namanya hati mns
astf0312: perasaan wanita
winnie senopati: mns apaan tuh
nora: aku ga nangkep pertanyaan astf
nora: manusia wini
m_fauziah has joined the conference.

Adi Junjunan Mustafa: ukht diana, ini langsung dijawab seorang2 atau tunggu beberapa penanya?
nora: baiknya langsung saja pak
diana: langsung saja ustadz
Adi Junjunan Mustafa: baik ...
Adi Junjunan Mustafa: buat ukht astuti
astf0312: ya

Adi Junjunan Mustafa: menunjukkan cinta dengan kreatif ya ...
winnie senopati:
Adi Junjunan Mustafa: kata kreatif tentu kita fahami bersama
astf0312: afwan ustadz
astf0312: ana blm nikah

astf0312: Insya'Allah dlm waktu dekat
Adi Junjunan Mustafa: artinya "otak dan perasaan kita terus mencari sesuatu yang akan menyenangkan pasangan"
winnie senopati: ngak keliatan tulisan ustadz nya
astf0312: maksudnya persiapan


Adi Junjunan Mustafa: nah ... masalah seni mencintai ini sebetulnya setiap orang pasti punya potensinya
Adi Junjunan Mustafa: yang berbeda adalah ada yang terlatih ada yang kurang terlatih
astf0312: iya
astf0312: trs
Adi Junjunan Mustafa: diantara hal mendasar yang diajarkan Rasulullah dalam menyatakan cinta adalah:
Adi Junjunan Mustafa: 1. mendengarkan keluh kesah pasangan
Adi Junjunan Mustafa: 2. memberikan pujian kepadanya
Adi Junjunan Mustafa: 3. memanggil dan berkomunikasi dengan menyenangkan
Adi Junjunan Mustafa: 4. memberikan hadiah
Adi Junjunan Mustafa: 5. membantunya
astf0312: trs
Adi Junjunan Mustafa: 6. terus menjaga hangatnya cinta

Adi Junjunan Mustafa: 7. senantiasa berdoa untuk mendapatkan keluarga yang penuh keberkahan
Adi Junjunan Mustafa: itu diantara point2 terpenting
Adi Junjunan Mustafa: cukup ya
winnie senopati: boleh nanya ?? daftar donk
diana: gmn ukhti astuti?
diana: sudah terjawab?

diana: mba winnie dpt giliran nomor 3 ya
diana: afwan ukhti ningsih..
diana: berhubung ukhti astuti dc..
diana: silakan penanya nomor 2
aniengs04: saya ya
diana: yup
aniengs04: pertanyaan saya agak sedikti menyimpang
aniengs04: tapi sepertinya agak berhubungan dengan tema pasangan
aniengs04: bagaimana menurut hukum islam jika pasangan suami istri terpisah tempat?
nora: ltg invite nung_subarga
aniengs04: dikarenakan kondisi pekerjaan masing-masing yang gak bisa jadi satu daerah?
aniengs04: terimaksih.. mungkin itu saja pertanyaan saya
diana:
diana: tafadhol ustadz..
ida.ariningsih: antri nanya
diana: seep
Adi Junjunan Mustafa: terima kasih kpd penanya
diana: teh ida dpt giliran nomor 4 ya
ida.ariningsih: ok

Adi Junjunan Mustafa: pada keterpisahan suami-istri tentu ada perjuangan tersendiri, bagi suami dan khususnya bagi istri
enung handayani has joined the conference.

Adi Junjunan Mustafa: ada patokan lamanya seorang suami meninggalkan istrinya
Adi Junjunan Mustafa: tentu atas sepengetahuan dan keridhaan sang istri
Adi Junjunan Mustafa: literatur menyebutkan angka 4 bulan hingga 6 bulan
Adi Junjunan Mustafa: ini terkait dengan daya tahan fisik dan mental seorang perempuan ditinggal suaminya
Adi Junjunan Mustafa: kemudian, baik suami maupun istri mesti memenuhi hal-hal berikut ketika terpisah jauh secara syar'i
diana: tlg invite: astf0312
Adi Junjunan Mustafa: - menjaga kehormatan diri
diana: afwan..
diana: afwan, tlg invite lagi: rida32
Adi Junjunan Mustafa: - bagi istri juga menjaga harta suami
diana: jzkmlh
Adi Junjunan Mustafa: - tetap melakukan komunikasi yang intensif

Adi Junjunan Mustafa: di era teknologi komunikasi saat ini, tersedia berbagai kemudahan untuk berkuomunikasi
Adi Junjunan Mustafa: - suami sedapatnya tetap memenuhi kebutuhan belanja keluarga
Adi Junjunan Mustafa: - menjaga kesetiaan ... justru di sinilah ujian cinta
Adi Junjunan Mustafa: - tentu saja terus saling mendoakan
rie_manisz has joined the conference.

rani charisma: saya kok gak dapet yg dari ustadz?
Adi Junjunan Mustafa: - dan terakhir, hendaknya keterpisahan ini jangan permanent

Adi Junjunan Mustafa: entah istri yang mengalah ikut kepada suami atau suami yang berusaha keras ntuk mendapatkan tempat kerja yang dekat dengan keluarganya
Adi Junjunan Mustafa: tadi ttg point komunikasi, hendaknya suami istri berusaha tetap menyampaikan sinyal2 cinta, walaupun lewat komunikasi jarak jauh
Adi Junjunan Mustafa: itu jawaban saya
Adi Junjunan Mustafa: sekian ya
diana: alhamdulillah..

winnie senopati: giliran ku kapan yaa
nora: skrg wini tuh
diana: yup
diana: silakan mba winnnie
aniengs04: alhamdulillah sudah gamblang sekali penjelasannya

winnie senopati: 1. mendengarkan keluh kesah pasangan = ini neh kadang .. to the point aja deh gimana cara ngasih solusi ke pasangan padahal yang di keluh kesah juga kita kadang kurang paham

Adi Junjunan Mustafa: itu pertanyaannya?
Adi Junjunan Mustafa: untuk the pooh, begini:
winnie senopati: dia bilang apa kita bidang apa salah salah ... salah ngasih masukan atau lebih parah nanti di bilang sok tau biasa nya cowok kan gitu

Adi Junjunan Mustafa: pertama, Allah swt memerintahkan kita untuk saling menolong
nora: kasih masukan dg tidak menggurui, tdk mudah sih
Mumtahah Annisa: benar Mama

Adi Junjunan Mustafa: maka institusi keluarga adalah tempat suami-istri berta'awun
malamcahaya: ya betul tu

Adi Junjunan Mustafa: kedua, ada janji dari Allah melalui rasulNya: Allah senantiasa akan meolong seorang hamba, manakala si hamba menolong saudaranya
nora: taawun apa pak?

Adi Junjunan Mustafa: tentu janji ini akan berlaku kalau yang ditolong adalah suami/istrinya
Adi Junjunan Mustafa: ta'awun = saling menolong
Adi Junjunan Mustafa: nah ... terkait mendengarkan keluh kesah

Adi Junjunan Mustafa: para psikolog menyatakan, bahwa ketika seorang sedang bermasalah jiwanya, mumet pikirannya, gundah hatinya ... maka dengan mencurahkan kegundahan hati itu sudah sebagian dari terapi
Adi Junjunan Mustafa: maka pada saat pasangan kita menyampaikan keluh-kesahnya, dengarkanlah ia dengan sabar, penuh perhatian dan tulus ...
Adi Junjunan Mustafa: tunjukkan bahwa kita care sama dia

Adi Junjunan Mustafa: jangan lah kita potong curhat pasangan dengan "yah, Bang ... ane juga lagi mumet nih ... ganti channel donk!"
Adi Junjunan Mustafa: bentar ya ukht ningsih

diana: alhamdulillah
Adi Junjunan Mustafa: makanya dalam keluh kesah atau curhat jangan barengan
rie_manisz: sama2..
nora: interupsi juda sering buat kesal
diana: afwan, dc.. dah ketinggalan banyak ya?

Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、3:01 PM   2 comments
Memberi Kepuasan Kepada Pasangan (suami istri) Bagian 2
Adi Junjunan Mustafa: kalau yang satu sedang menyampaikan masalah, yang satu lagi harap bersabar menanti giliran
rie_manisz: oOoo
Adi Junjunan Mustafa: kemudian ... di sinilah pentingnya ta'aruf (saling mengenal) antara suami-istri
diana: "you talk, i'll listen"
Adi Junjunan Mustafa: sang suami hendaknya memahami betul sisi perasaan dan pemikiran istrinya
Adi Junjunan Mustafa: begitu juga sebaliknya
malamcahaya: kayaknya ini juga hrs didengar oleh kaum adam deh
Adi Junjunan Mustafa: kemudian, suami istri mesti terus belajar mengembangkan ilmi dan wawasan

malamcahaya: diikutkan gt
Adi Junjunan Mustafa: utamanya dalam kajian kita ttg pengelolaan rumah tangga
Adi Junjunan Mustafa: supaya masing2 enggak "tulalit" kalau diajak diskusi atau dicurhati
Adi Junjunan Mustafa: gitu dulu ya jawabannya
winnie senopati: seeep thanks pak
diana: alhamdulillah
diana: penanya berikutnya...
diana: siapa ya?
diana: afwan, lupa..
ida.ariningsih: i
diana:
diana: yup bener..

ida.ariningsih: ok, begini ustadz, dalam hal memuaskan pasangan. hmm kalau kondisinya seperti, ketika si istri sedang hamil tua nih ya, terus suwami minta "jatah" sementara sang istri udah malas untuk melakukannya, apakah penolakan sang istri tersebut menjadi sebuah dosa?? sementara beban istri sendiri ketika sendang mengandung, apalgi sudah tua kandungannya,
diana: silakan teh ida..
rie_manisz: hmm...
diana: tafadhol ustadz..
Adi Junjunan Mustafa: terima kasih buat ukht Ida
diana: sekilas info: pa ustadz hanya bs smp jam 14.30

diana: jadi yg mau bertanya, sgr dipersiapkan ya
Adi Junjunan Mustafa: sebetulnya secara medis, tak ada halangan berhubungan intim saat hamil
Adi Junjunan Mustafa: tinggal mengatur masalah posisi yang tepat dan ritme yang sesuai
Adi Junjunan Mustafa: hanya saja, tentu saat perempuan mengandung ada ketidaknyamanan fisik dan hormonal
Adi Junjunan Mustafa: selain itu bisa jadi ada kekhawatiran hubungan intim akan mengganggu janin yang dikandung
Adi Junjunan Mustafa: saran saya:
malamcahaya: tolong dong mba septi...di add genie_own
Adi Junjunan Mustafa: - pelajari baik2 masalah hubungan intim semasa kehamilan
Adi Junjunan Mustafa: ini akan jadi basic knowlegde yang baik buat suami istri
Adi Junjunan Mustafa: - suami memang mesti lebih lembut memperlakukan istrinya yang tengah hamil
Adi Junjunan Mustafa: apalagi hamil tua
ida.ariningsih: sudah hanya saja membuat suwami mengerti kan hal demikian yang masih sulit
Adi Junjunan Mustafa: dalam membangkitkan hasrat istri ketika hamil, tentu dibuthkan kelembutan ekstra
Adi Junjunan Mustafa: - kemudian, sharinglah bersama ... jika suami sangat membutuhkan, bukankah pemuasannya tidak mesti dengan penetrasi
Adi Junjunan Mustafa: masih banyak cara lain untuk bisa memenuhi kebutuhannya
Adi Junjunan Mustafa: mungkin itu tanggapan saya secara umum ...
nora: wabil khusus utk suami yg kurang paham gmn ya pak
nora: memberi pengertiannya gitu
Adi Junjunan Mustafa:
Adi Junjunan Mustafa: ya memberi pengertian itu kan berarti memberi pengetahuan
Adi Junjunan Mustafa: sebagai istri, sampaikan dengan baik, ingin seperti apa ia diperlakukan
Adi Junjunan Mustafa: misalnya menyampaikan,"mas, jangan buru-buru ... tolong pijitin dulu punggung saya ..."
Adi Junjunan Mustafa: komunikasi seperti ini mesti sampai kepada suamu

Adi Junjunan Mustafa: eh suami
Adi Junjunan Mustafa: bisa jadi ia belum berpengalaman (kasus anak pertama misalnya)
Adi Junjunan Mustafa: suami memang ada kecenderungan "egois"
rida: wah bisa masuk juga di detik detik terakhir..makasih mabk nur eka
Adi Junjunan Mustafa: karena memang enggak ngerti

Adi Junjunan Mustafa: itu sebabnya Nabi saw mengarahkan para suami untuk "menunggu istri untuk terpenuhi hajatnya" bila berhubungan
diana: welcome mba rida
rida: iya mbak Diana..maksih
Adi Junjunan Mustafa: jadi ... sekali lagi, kalau dari sisi istri, sampaikan apa yang Anda inginkan dari suami Anda
Adi Junjunan Mustafa: begitu ya

diana: intinya komunikasi hrs bagus ya..


nur eka: sama2 mba rida

nora: 10 menit lagi
diana: yup
diana: satu pertanyaan terakhir..
nora: kalau kasusnya suami yg poligami apa sama jg ya
diana: silakan
ica dimyati:
diana: waduh..
nora: lg marak disini
ica dimyati:
ziafeny:
nora: kan suami mesti berbagi dg istri2nya
diana: tafadhol ustadz..

diana: klo suami poligami, trus istri jadi sedih, sakit hati..
Adi Junjunan Mustafa: ini ttg poligami?
diana: berarti kebutuhan batin istri tdk terpenuhi, gitu ustadz?
diana: tafadhol ustadz..
diana: menit2 terakhir..
nora: mba diana
rida: keluar juag pertanyaan ini
diana: ya..
Treesy Kusumawaty:
diana: saya diserang habis2an di sini..
ica dimyati: mba rida ssttt
Adi Junjunan Mustafa: ya ... pertama kita sama2 mengetahui syarat berpoligami adalah "keadilan" dari pihak suami
rida:
nora: pak adi ikhwan sendiri diroom
ica dimyati:
ida.ariningsih: waduh jawaban utk saya sepertinya terputus td
Adi Junjunan Mustafa: jadi mereka yang ingin berpoligami mesti siap memenuhi kebutuhan istri-istrinya dengan prima dan adil
ida.ariningsih: bisa saya liat dimana ya?
diana: insya Allah, teh ida..
nora: saya kopas keblog mba ida
diana: saya coba cp-kan..
diana: oh udah sama mba nora tuh


Adi Junjunan Mustafa: kalau tak bisa memenuhi ini, maka suami-suami seperti itu berdosa
nora: nanti cek di blog imb

Adi Junjunan Mustafa: tentu saja Allah swt tak membebani manusia di luar batas kemampuannya
Adi Junjunan Mustafa: misalnya si suami mesti ada di dua tempat yang berbeda pada waktu yang sama
nora: berarti akan ada kebutuhan yg terkurangi/tdk terpenuhi sempurna?

Adi Junjunan Mustafa: makanya, keadilan dalam kunjungan adalah keadilan dalam waktu
ida.ariningsih: diana: saya coba cp-kan<--- di cp dimana ya?
diana: ke PM ya
Adi Junjunan Mustafa: enggak boleh yang satu kebagian 20 hari yang lain hanya 10 hari dalam sebulan misalnya
a_april15: keadilan dalam waktu?

Adi Junjunan Mustafa: nah, perkara istri merasa sedih dan sakit hati ... ini mesti diantisipasi dengan komunikasi yang intensif, lembut dan penuh kasih sayang
Adi Junjunan Mustafa: jadi sepatutnya poligami ini ada "mukadimah" diskusi intensif dulu
Treesy Kusumawaty: baru sadar..kalo ustadnya sekarang gak kelihatan
Adi Junjunan Mustafa: maka sangat tidak tepat kalau poligami dilakukan semata karena pelarian kegagalan dalam berumah tangga

Adi Junjunan Mustafa: ngurus satu rumah tangga aja udah belepotan, kok mau nambah

rida: Pa adi mau nanya, Pa Adi sendiri dah mampu berpoligami? (maaf atas pertanyaannya)
Adi Junjunan Mustafa:
Adi Junjunan Mustafa: saya saat ini belum mampu
nur eka: mba rida ya ..

rida: wah semua laki-laki begitu yah jawabannya
Treesy Kusumawaty: apa jawabnya???
rida: suami saya juga begitu jawabnnya "untuk saat ini belum "
ida.ariningsih: kalau suwmi minta poligami saya hanya akan bilang, " pulanglan saja aku pada ibuku.. atau.. ayahkuu
rida:
Adi Junjunan Mustafa: nah ... kalau prosedur dan persyaratan poligami telah ditempuh sang suami dengan sebaik-baiknya, maka kesabaran sang istri diperlukan
Adi Junjunan Mustafa: dan ini akan menjadi posisi dan pahala yang amat besar baginya
Adi Junjunan Mustafa: demikian barangkali tanggapan saya

nur eka: afwan pak .. selain adil waktu .. adil apa lagi?
Adi Junjunan Mustafa: keadilan itu seluas-luasnya
Adi Junjunan Mustafa: dalam nafkah lahir dan batin
Treesy Kusumawaty has joined the conference.

Adi Junjunan Mustafa: dalam mengungkapkan cinta dan sayang
nora: dg jam terbang yg tinggi sbg dai
Adi Junjunan Mustafa: dalam perhatian
nora: waktu kan mjd sgt sempit
nora: mdh2an tetap bisa adil ya
Treesy Kusumawaty: thx win
Adi Junjunan Mustafa: begitu ya
Adi Junjunan Mustafa: yang pasti, kalau seorang suami mengerti agamanya, dia tidak akan sembarangan memilih opsi poligami

Adi Junjunan Mustafa: maka dari itu, saya sarankan para pengkaji kamus yang telah menikah, bantulah suaminya agar semakin sholih

rida: amiin insya Allah Ustad
Adi Junjunan Mustafa: yang belum menikah, seleksi baik-baik calon suaminya
nora: 14.32 pak
Adi Junjunan Mustafa: begitu ya.
ida.ariningsih: insyaallah
Treesy Kusumawaty: iya...ustad...gara2 aa sama teteh, kita berdua dpt hikmahnya nih...alhamdulillah
nora: apa hikmahnya mbak?
Treesy Kusumawaty: suami saya jadi mengerti hati seorg wanita kalo di madu, gara2 saya nangis waktu teteh ngomong...kalo Allah itu Maha Pencemburu
Treesy Kusumawaty: Insya Allah dia tdk akan memilih opsi poligami, krn sayang sama saya dan anak2....amin...
Treesy Kusumawaty: jadi tekad kami berdua adalah menjalani sambil mencintai Allah semata....keluarga, suami dan anak2 hanyalah ujian dan titipan semata dariNya
genie_own: Ustad kalo suami berpoligami apakah itu bererti dia tidak sayang ma istri & anknya ??..
Treesy Kusumawaty: krn suami saya bilang....pasti dibalik keikhlasan wanita sholehah terdpt hati yg menangis juga...
Treesy Kusumawaty: kata ustad itu benar, dibutuhkan banyak komunikasi kalo sdh berkeluarga
rida:
Adi Junjunan Mustafa: terima kasih ukht Treesy atas tambahannya
Treesy Kusumawaty: agar semuanya selalu berjalan dgn baik, romantis dan harmonis layaknya masa2 pacaran dulu
Adi Junjunan Mustafa: saya ingin tanggapi dari "genie own" sebelum pamitan
rinataufik has left the conference.

diana: i'm back
diana: afwan...
Adi Junjunan Mustafa: untuk kasus poligami yang didasari pertimbangan dan pemahaman yang benar, tentu saja poligami tidak berarti tidak sayang sama istri dan anak2
diana: aduh punteun ustadz..
diana: barusan ada kerjaan.. afwan jiddan..
diana: bs dipersingkat saja, ustadz..

Adi Junjunan Mustafa: saya yakin ada pertimbangan matang dibalik poligami itu
diana: afwan ukhtifilah rahimakumullah
diana: sudah ustadz?
Adi Junjunan Mustafa: yang pasti kita tentu sama2 mengetahui bahwa rasulullah saw berpoligami ... dan beliau menyayangi semua istrinya
Mumtahah Annisa has left the conference.

Adi Junjunan Mustafa: tinggal para suami berusaha sebaik2nya bersikap ketika berpoligami ... dan para istripun berusaha bersabar dan tentu tetap bersikap kritis meminta hak-hak bila suami tidak adil
Adi Junjunan Mustafa: demikian ya ... saya doakan agar akhwat sekalian diberi Allah keluarga yang penuh sakinah mawaddah wa rahmah
a_april15: amin....
diana: amin
nora: amiiinn
genie_own: terima kasih ustad
ziafeny: amiinn
diana: jazakumullah khoiron katsiro ustadz atas sharingnya hari ini
Adi Junjunan Mustafa: dan saya mohon pamit sebab di jp (4:41) sudah masuk magrib
diana: ya, tafadhol ustadz..
Treesy Kusumawaty: amin....iya...saya dan suami memahami dan menghormati yg berpoligami...mudah2an banyak hikmah di dlmnya..krn itu adalah hukum Allah ya pak ustad...makasih bahasannya
Adi Junjunan Mustafa: al 'afwu minkunn ...
Adi Junjunan Mustafa: wassalaamu'alaikum wr wb
diana: Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh
Treesy Kusumawaty: w'salam wrwb
winnie senopati: amien .. waalaikumsalam wr wb
rida: wa'alaykum salam wr wb..makasih ustad Adi
winnie senopati has left the conference.

Adi Junjunan Mustafa has left the conference.

Treesy Kusumawaty has left the conference.



diana: Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh
diana: baiklah..
diana: mari kita tutup kajiannya dulu yaa..
diana: ntar setelah ditutup, boleh dilanjutkan dgn ngobrol yg lain2..
ida.ariningsih: saya juga pamit, mba diana jangan lupa cp ke saya jawaban ustadz yg belum saja dapt td, bisa??
diana: insya Alah
diana: Alhamdulillah..

diana: langsung aja yah..
diana: Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.
diana: Subhanakallahumma wabihamdika
diana: Asyhadu allaa ilaaha illa anta
nora: http://kajian-muslimah.blogspot.com/
diana: Astaghfiruka wa atuubu ilaik
diana: Maha suci Engkau yaa Allah aku memujiMU
diana: aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau,
diana: aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu
diana: amin..
diana: mohon maaf bila ada khilaf dan salah selama memandu kajian..
diana: jazakumullah khairan katsiro..
diana: wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh
diana: samapai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah

Selengkapnya...
posted by nora @ Permalink 、2:59 PM   0 comments

Search

Tentang Kami
Indonesian Muslim Blogger
Divisi Kewanitaan IMB


    Room Kajian Muslimah ini merupakan program Divisi Kewanitaan IMB. Insya Alloh diselenggarakan sepekan dua kali, setiap Senin dan Kamis pukul 13.00 - 15.00 WIB

    Selengkapnya tentang kami
Materi Mutakhir
Arsip
Indonesian Bloggers Condemn Israel


Silaturahim

    by wdcreezz.com

    Name

    Email/URL

    Message

Link
Designed-By

Visit Me Klik It
Credite
15n41n1